Yustisi Maulud Nabi, Polresta Mojokerto Bagikan 300 Reward Warga Patuh Prokes

  • Whatsapp
Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi bersama jajaran dan anggotanya, melaksanakan penerangan keliling. (din)
banner 468x60

MOJOKERTO – Razia operasi yustisi di hari kedua libur panjang Polres Mojokerto Kota tak hanya berikan hukuman, tapi juga reward bagi masyarakat yang tertib Prokes di tengah pandemi COVID-19, Kamis, 29 Oktober 2020 siang.

Baca Juga

Ratusan kilogram beras dan masker menjadi pilihan reward yang dibagikan usai pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H di Makopolresta.

Diantaranya, penarik becak yang sedang menanti penumpang, tukang parkir saat menertibkan lokasi parkir di Jalan Majapahit, hingga kuli bangunan.

“Pendisiplinan hari ini beserta personil Polres Mojokerto Kota sengaja dilakukan kegiatan penerangan keliling. Tak hanya denda bagi yang melanggar prokes, tapi juga reward bagi warga yang patuh. Agar terus termotivasi tertib bersama-sama mencapai perubahan zona orange ke kuning bahkan hijau,” ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi.

BACA JUGA: Cari Tempat Makan Halal di Bali? Yuk Mampir Sini

Pemberian 300 kilogram dan 300 masker di seputaran Kota Mojokerto, selain sebagai reward motivasi warga untuk tetap mematuhi Prokes agar menuju zona kuning hingga zona hijau. Deddy menambahkan, pembagian sembako ini juga sebagai wujud bakti sosial di tengah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di masa pandemi COVID-19 yang tak kunjung berakhir.

Tertib prokes

“Kita lihat tertib menggunakan masker maka kita bagikan beras dan masker. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bepergian ke luar kota selama melaksanakan libur panjang ini,” papar Deddy yang berpatroli dengan mengayuh sepeda, sembari menyapa dan mengingatkan warga untuk tetap bermasker.

Kendati dirinya menilai, jika warga Kota Mojokerto sudah disiplin menggunakan masker atau taat kepada protol kesehatan (Prokes). Ia berharap, masyarakat tetap terus berpartisipasi dengan membiasakan 3M dalam kehidupan sehari-hari di tengah Pandemi COVID-19 hingga zona di Kota Mojokerto berubah menjadi zona hijau.

“Ya menggunakan masker, mencuci tangan, kemudian menghindari kerumunan dan menjaga jarak,” tegasnya.

Ia menyebut, sejumlah personel diterjunkan untuk mengawal perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diadakan di 15 lokasindi Kota Mojokerto.

“Saya juga berharap, untuk warga yang merayakan di 15 lokasi tetap harus patuhi Prokes 3M. Ini demi kebaikkan bersama, personel diturunkan untuk mengingatkan secara persuasif jika ada yang tak mematuhi prokes. Kita sudah berupaya setiap harinya untuk menekan angka pandemi ini, bagaimana mengubah zonasi dari orange kekuning hingga hijau nantinya,” pungkas pria yang senang bersepeda ini. (din/kal)

Post Terkait

banner 468x60