Wujud Kemanusiaan, Kapolresta Mojokerto Skrining Donor Plasma Konvalesen

  • Whatsapp
Wujud Kemanusiaan, Kapolresta Mojokerto Pilih Ikut Skrining Plasma Konvalesen
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi memilih melakukan skrining donor darah plasma konvalesen. Ini dilakukan sebagai wujud kemanusiaan untuk warga yang terpapar Covid-19.

Mantan Kapolres Sumenep ini, diketahui pernah menjalani isolasi mandiri usai dinyatakan suspect beberapa waktu lalu. Sehingga bisa ikut serta bersama 28 anggotanya dikegiatan Skrining Donor Darah Plasma Konvalesen dengan menghadirkan PMI Kabupaten Sidoarjo, Selasa, 26 Januari 2021 kemarin.

“Iya kemarin saya melaksanakan skirining donor darah plasma konvalesen, bersama 28 anggota di Poliklinik Bhayangkara,” aku Deddy, pada nusadaily.com, Rabu, 27 Januari 2021 pagi.

Benteng satu Polresta Mojokerto ini, menjelaskan rangkaian kegiatan dengan tensi dan pengambilan darah dari pembuluh darah tersebut ditujukan agar bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan bagi masyarakat yang terpapar Covid-19. Baik itu pasien suspect ditingkat sedang maupun berat yang sedang dilakukan perawatan di rumah sakit.

“Semoga hal ini bisa menjadikan kebaikkan bagi kami semua dan menjadi amal ibadah bagi masyarakat Kota Mojokerto. Sehingga saya mengajak kepada masyarakat bagi penyintas Covid-19 untuk bersama,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu anggota Polwan bernama Briptu Dita usai dilakukan skrining oleh dokter dari PMI Kabupaten Sidoarjo, menyebutkan dirinya dengan sukarela menjalani skrining

“Karena sebelumnya saya terpapar dan semoga hasil skrining bagus selanjutnya bisa mendonorkan darah plasma konvalesen untuk kemanusiaan bagi warga yang terpapar covid-19,” pungkasnya.

Sementara, Humas PMI Kota Mojokerto Dimas Hariyadi, menambahkan jika tak semua warga yang pernah suspect Covid-19 bisa melakukan donor darah plasma konvalesen.

Yakni, wanita yang pernah melahirkan. Ini lantaran anti body yang dimiliki wanita usai melahirkan sudah berkurang.

“Diutamakan laki-laki memang. Pastinya sudah sembuh dari Covid-19 dan OTG setelah 14 hari kemudian. Usia 18 sampai 60 tahun, dengan BB minimal 55 kilogram,” tandas Dimas. (din/kal)