Wisata Kota Malang Dibuka, Sutiaji Minta Wisatawan Patuhi Prokes

  • Whatsapp
Wisata Kota malang
Ilustrasi destinasi wisata, Kampung Warna-Warni Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. (Amanda Egatya/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Destinasi wisata di Kota Malang secara bertahap kembali dibuka. Belum lama ini, salah satu kampung tematik khas, yakni Kampung Warna-Warni Jodipan sudah dibuka dan mulai dikunjungi wisatawan. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji meminta penyedia jasa wisata maupun wisatawan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Bagi para wisatawan, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Menggunakan masker, jaga jarak, jangan berkerumun dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Itu yang penting,” tegas Sutiaji.

Baca Juga

Pria berkacamata tersebut justru memberikan kesempatan bagi pelaku jasa pariwisata untuk meningkatkan sektor ekonominya.

“Dengan dibukanya destinasi wisata, mudah-mudahan mampu mendongkrak perputaran ekonomi mikro. Untuk itu,
masyarakat harus tetap mengutamakan protokol kesehatan dan roda perekonomian juga harus dimaksimalkan,” papar dia.

Meski demikian, destinasi wisata di Kota Malang tidak semua dibuka. Hanya sebagian saja yang telah siap dengan protokol kesehatan. Sementara, destinasi wisata gratis yang selama ini banyak menjadi jujugan wisatawan belum dibuka. Salah satunya, seperti Alun-Alun Kota Malang, taman-taman cantik serta hutan kota. Seluruhnya belum dibuka karena belum memiliki skema yang tepat untuk penerapan protokol kesehatan.

Apalagi, kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kota Malang terus mengalami peningkatan. Selama beberapa hari terakhir, jumlah penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 selalu di angka yang tinggi. Sehingga Pemkot Malang masih ragu untuk membuka kembali Alun-Alun dan taman Kota.

“Sampai sekarang belum dulu. Karena harus lebih berhati-hati, kasus konfirmasi terus meningkat,” pungkas dia.

Kunjungan Meningkat

Sebelumnya, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menjelaskan, angka kunjungan di Kota Malang terus mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari okupansi hotel yang terus menunjukkan tren positif.

Perempuan yang akrab disapa Dayu itu menjelaskan, pendampingan bagi pelaku wisata terus dilakukan. Untuk yang belum memiliki kesiapan berkaitan dengan protokol kesehatan masih belum diizinkan untuk beroperasi. Utamanya, bagi kampung wisata, yang merupakan pemukiman warga. Sehingga, kesehatan masyarakat setempat bisa terjamin dan tidak ada kemungkinan tertular dari wisatawan.

“Kalau target jumlah wisatawan belum dulu, kami konsentrasi untuk persiapan diri dengan wisata di tengah pandemi COVID-19 ini,” tandas dia.(nda)

Post Terkait

banner 468x60