Waspada Casting Abal-Abal, Ini Prosedur Casting yang Wajib Dipenuhi

  • Whatsapp
waspaca casting abal-abal
Legal Officer ACI Pusat, Teddy Kurniawan SH.
banner 468x60

NUSADAILY.COM–BANYUWANGI– Masyarakat Banyuwangi harus waspada casting abal-abal, pascaheboh laporan seorang model berinisial AMK (22). Ia mengaku jadi korban percobaan pemerkosaan saat mengikuti casting oleh sebuah Production House (PH). Kasus ini pun semakin berkembang, karena kuasa hukum korban mensinyalir ada unsur penipuan dalam proses casting tersebut.

Seperti apakah prosedur atau SOP yang harus dipenuhi oleh seorang Casting Director untuk menyelenggarakan casting?. Nusadaily.com berhasil menghubungi pengurus pusat Asosiasi Casting Indonesia (ACI) untuk menggali informasi tersebut. 

Baca Juga

Pertama, seorang casting director harus mengantongi izin dari rumah produksi (PH) yang ingin membuat sebuah film. “Yang membuat film ini kan PH. Jadi nggak mungkin Casting Director bergerak sendiri tanpa ada surat tugas dari PH,” kata Legal Officer ACI Pusat, Teddy Kurniawan SH saat meeting zoom bersama awak media.

“Juga harus ada pengumuman open casting. Tidak boleh ada pungutan biaya kepada peserta. Kemudian harus jelas siapa PH nya. Sutradaranya siapa, project film nya seperti apa. Ini harus jelas,” papar Teddy kepada nusadaily.com.

Selain itu, kata Teddy, tempat penyelenggaraan casting tidak boleh di tempat yang tabu seperti kamar hotel. 

“Semisal di hotel harus di aula atau ballroom hotel dengan izin yang jelas antara PH dan pihak hotel. Minimal ada 2-3 orang dari team casting beserta peralatan casting, banner, poster, absensi peserta, skenario, judul film yang akan di buat, nama sutradara dan nama PH valid atau tidak,” ungkapnya.

Saat mengikuti casting, peserta juga harus didampingi oleh orang tua atau agensi yang menaunginya. Ini untuk memastikan bahwa proses casting tersebut bisa dipantau, sekaligus melindungi peserta dari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Selain itu, seluruh adegan yang diperagakan talent sesuai arahan skenario harus direcord atau direkam. “Ketika adegan tersebut tidak direcord, terus bagaimana caranya seorang casting director merekomendasikan talent kepada produser film?,” imbuhnya.

Waspadai Casting Abal-Abal

Sementara itu pengurus ACI lainnya, Bowie Budianto menghimbau agar masyarakat mewaspadai adanya casting abal-abal. Sebelum mengikuti casting harus dicek terlebih dahulu legalitas kegiatan tersebut.

Sebab, tak jarang ada oknum tak bertanggungjawab melakukan penipuan untuk mengeruk keuntungan pribadi dengan modus menyelenggarakan casting.

“Ini bagaikan sudah jadi duri dalam daging. Sering kali, istilahnya memanfaatkan casting untuk penipuan, karena banyak orang yang ingin jadis artis. Kebanyakan kejadian di beberapa daerah, ketika lulus casting dipungut biaya. Alasannya untuk workshop dan lain sebagainya. Satu orang bisa 3 sampai 4 juta rupiah,” ungkapnya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Oleh sebab itulah, ACI tengah melakukan upaya sertifikasi terhadap casting director untuk meminimalisir penipuan berkedok casting. “Yang kami khawatirkan talent menjadi kapok. Tidak mau lagi ikut casting yang benar-benar casting ketika ada kejadian seperti ini,” tutupnya.(ozi/cak)

Post Terkait

banner 468x60