Warga Kota Malang Sulap Limbah Triplek Jadi Miniatur Mobil

  • Whatsapp
limbah miniatur
KREATIF: Thomas Boyke ketika memamerkan hasil karyanya dalam sebuah pameran.(Amanda/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – MALANG – Kreativitas masyarakat mengubah limbah menjadi sesuatu yang unik dan bermanfaat tiada habisnya. Seperti yang dilakukan oleh salah satu pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) asal Kota Malang, Thomas Boyke.

Baca Juga

Dengan tangan terampilnya, pria asal Arjosari, Kota Malang itu berhasil mengubah limbah triplek menjadi sesuatu yang unik, yakni miniatur kendaraan. Mulai dari jeep, bus hingga mobil kuno.

Kepada NusaDaily.com, pria yang akrab disapa Boyke tersebut mengungkapkan, kegemarannya membuat miniatur tersebut dilakukan sejak tahun 2005.

“Awalnya iseng bikin, laku ya syukur, kalau enggak ya dipajang di rumah. Ternyata, banyak yang suka. Jadi sering bikin kemudian dipasarkan,” terang dia.

Boyke menguraikan, selama membuat miniatur tersebut, ia mengerjakan seorang diri tanpa bantuan dari orang lain. Mulai dari membuat pola, menyusun limbah triplek, memoles hingga melakukan pengecatan.

“Semua saya lakukan sendiri. Biasanya, saya membuat miniatur tergantung dari pesanan orang,” papar dia.

Saat akan membuat satu alat transportasi, lanjut Boyke, ia harus menggambar pola di triplek bekas. Kemudian di potong kecil-kecil berbentuk kotak-kotak lalu bertahap disambung satu persatu membentuk pola mobil.

“Pertama harus dibuat pola dan gambarnya, kemudian bertahap disambung satu per satu, detail. Lalu, digosok dulu, di dempul, terus buat atap mobil itu sambungan juga. Potongan triplek kecil-kecil disambung membuat pola. Kemudian di dempul pakai dempul kayu, belum detail lampunya dan lain-lain,” jelas dia.

Lebih lanjut, Boyke menerangkan, lamanya proses pengerjaan tergantung dari detail miniatur transportasi yang dipesan. Semakin kecil ukurannya, akan memakan waktu lebih lama lantaran membutuhkan detail yang lebih rumit.

“Kalau pengerjaan bisa sekitar dua minggu hingga satu bulan. Tergantung jenis dan ukuran mobilnya. Kalau kecil, lebih rumit. Saya ingin membuat miniatur ini lebih detail dan mirip dengan aslinya,” kata dia.

Meski menggeluti bidang ini sekitar 15 tahun, penjualan masih dilakukan hanya skala nasional. Pasalnya, ia masih baru memanfaatkan sosial media untuk pemasaran produknya.

“Paling jauh kemarin dari Jakarta dan Bali. Harga tergantung kerumitan pembuatan, paling murah yang kecil-kecil itu sekitar Rp 300 ribuan. Pernah paling mahal itu Rp 6 juta, itu ukuran 80 cm. Dan full spek, pintunya bisa dibuka, ada mesinnya, pewarnaannya, lengkap sesuai permintaan pemesan,” kata dia.

Sebab, sejauh ini pula pembuatannya juga berdasarkan pemesanan antar teman satu dan yang lainnya.

“Pemasaran, masih dari teman-teman, mulut ke mulut. Kalau mengambil dalam jumlah banyak belum berani, karenankan sendiri. Tapi ini sudah dibuatkan medsosnya di instagram, belum lama kok,” papar dia.

Dia berharap, dengan adanya media sosial, hasil karyanya tersebut semakin banyak dikenal oleh masyarakat luas.

“Mudah-mudahan semakin banyak dikenal dan pasarnya semakin luas,” pungkas pendiri Boyke Art tersebut.(nda/lna)

Post Terkait

banner 468x60