Walikota Batu Kunjungi Perempuan Melahirkan di Kamar Mandi

  • Whatsapp
Walikota Batu Dewanti Rumpoko berbincang dengan Fitria Rohmatika, perempuan yang melahirkan bayinya di kamar mandi
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Walikota Batu Dewanti Rumpoko mendatangi kediaman Fitria Rohmatika, perempuan  yang melahirkan di kamar mandi pada 7 Juli lalu. Perempuan berusia 26 tahun itu terpaksa melahirkan di kamar mandi saat akan berangkat menuju RSIA Haji Kota Batu.

Sebelumnya, beberapa bidan yang ia datangi tak bisa membantu proses persalinannya karena dirinya dinyatakan reaktif positif rapid test. Sedangkan beberapa bidan desa yang ia datangi, menerjemahkan hasil pemeriksaan Fitri terjangkit Covid-19.

"
"

Baca Juga

"
"


Dewanti didampingi Kepala Dinkes Kota Batu, drg Kartika Trisulandari, Kabag Humas Pemkot Batu Santi Restuningsasi dan tenaga kesehatan Puskesmas Bumiaji saat mendatangi kediaman Fitria (Senin, 3/8). Kedatangan walikota itu dilakukan secara mendadak setelah beredar pemberitaan atas insiden yang dialami Fitria.

Kedatangan Dewanti untuk mengetahui kondisi Fitria dan mendengarkan langsung cerita tentang proses kelahirannya.

“Tadi nyambangi Fitri yang baru melahirkan sendiri di kamar mandi. Ternyata, beliau melahirkan sendiri itu karena kondisi yang tidak bisa diprediksi,” ujar Dewanti dilansir Nusadaily.com.

Dewanti mengatakan, jika bidan telah meminta wanita asal Desa Sumbergondo itu untuk memeriksakan kehamilannya di rumah sakit. Lantaran masa kelahirannya lebih dari normal atau berjalan 42 minggu.

“Sebetulnya, Fitria sudah kelewatan hitungan hari untuk waktu melahirkannya. Oleh bidan disarankan ke RS karena itu SOP dari bidan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terang dia.

Namun sebelum Fitria bisa ke rumah sakit, ia keburu melahirkan di rumah. Proses melahirkannya pun dibantu oleh ibunya sendiri. Kemudian datang bidan membantu memotong tali pusatnya.

“Dan bersyukur proses persalinannya dimudahkan. Saat ganti baju di kamar mandi bayinya lahir. Semoga, ibunya sehat, putrinya sehat, dan kami bisa tetap melayani masyarakat dengan baik,” sahut Dewanti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari menerangkan, berdasarkan hitungan normal, yang bersangkutan masuk masa kelahiran pada 29 Juni lalu. Namun ia melahirkan putri keduanya itu pada 7 Juli lalu.

“Sehari sebelum melahirkan, 6 Juli, tidak ada gejala melahirkan. Secara medis ini masuk kategori post date (melampaui masa kehamilan). Usia kehamilannya hingga 42 minggu,” ujar Kartika saat mendampingi Dewanti Rumpoko saat berkunjung ke rumah Fitria, Senin, 3 Agustus 2020.

Sehingga bidan desa merekomendasikan untuk dibawa ke rumah sakit demi keselamatan ibu dan bayi. Kartika menuturkan, pra kelahiran putri Fitria, bidan telah berkordinasi dengan dokter spesialis obgyn di RS Punten.

“Tanggal 6 Juli, yang bersangkutan sempat ke rumah sakit. Karena belum ada tanda-tanda melahirkan Fitri kembali ke rumahnya,” katanya.

Lebih lanjut, Kartika mengatakan, bidan desa yang membantu persalinan Fitria pada 7 Juli lalu telah melakukan tata laksana persalinan, baik tali pusar hingga pemberian vaksin HB 0. 

Meski begitu, Kartika tak memberikan penjelasan sedikitpun terkait tulisan Covid:+ pada buku catatan kehamilan milik Fitria. Padahal, keterangan itu menjadi sorotan yang juga dipertanyakan oleh Fitria. (wan)

Post Terkait

banner 468x60