Wajib Tahu, 25 Langkah Pemkab Jember Hadapi Lonjakan Wabah COVID-19

  • Whatsapp
pemkab jember
Pelaksanaan rapat koordinasi pimpinan daerah di Kabupaten Jember. (nusadaily.com/ Diskominfo Pemkab Jember)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember merespon situasi terkini atas kian meningkatnya jumlah warga yang terkena penularan COVID-19 akhir-akhir ini. Telah dihasilkan keputusan berisi 25 langkah yang perlu dilakukan berdasarkan rapat koordinasi antar pihak berwenang.

Baca Juga: Pemkab Jember Alokasikan Anggaran 120 M untuk Lanjutkan Program Beasiswa

Baca Juga

“Rapat penting kaitan Jember agak beresiko tinggi. Banyak yang disepakati bersama untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Karena banyak yang meninggal,” terang Bupati Jember, Hendy Siswanto usai rapat pada Selasa, 29 Juni 2021.

Data menunjukkan tren peningkatan COVID-19 sejak Mei tercatat ada penambahan baru 125 orang positif, kemudian malah melonjak penularannya kepada 407 orang di Juni 2021. Padahal, di bulan-bulan sebelumnya selalu terjadi tren penurunan warga terpapar COVID-19 sejak puncaknya wabah dengan jumlah 1997 orang terjangkit di bulan Desember 2020 silam.

Baca Juga: Pemkab Jember Gandeng BRI Untuk Penerimaan Pajak Daerah

Hendy berharap agar semua pihak mematuhi dan menaati rangkaian ketentuan penanganan COVID-19 untuk kepentingan bersama. Ia telah membuat beragam kebijakan yang diproyeksikan sebagai solusi menanggulangi wabah penyakit akibat COVID-19.

“Tenaga medis beberapa rumah sakit minta tambahan dari relawan, kita ijinkan. Tingkat hunian kamar rumah sakit sudah 84 persen, maka wajib kita siapkan cadangan. Perlu kita menyadari, taruhannya nyawa kita,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkab Jember Teken 64 Kontrak Proyek Pemeliharaan Jalan dan Drainase

Berikut adalah 25 langkah dan kebijakan yang bakal diterapkan oleh Pemkab Jember:

  1. Melakukan refocusing anggaran Rp150 miliar melalui biaya tidak terduga (BTT);
  2. Melakukan penyekatan di RT/RW yang terdampak langsung;
  3. Melakukan antisipasi dengan pembatasan jam malam tempat-tempat umum dan semprot disinfektan;
  4. Sekolah ditutup, dan untuk pembagian buku, seragam lainnya secara bertahap maksimal 25% setiap pertemuan sampai tanggal 12 Juli 2021;
  5. Menerapkan kerja dari rumah dan kantor secara bergantian masing-masing 50%;
  6. Insentif tenaga kesehatan dibayarkan penuh 100%;
  7. Penutupan Jalan Kartini, Jalan Sultan Agung, Jalan Gajah Mada, dan Jalan di wilayah Kampus Tegal Boto serta penertiban cafe, mall maupun toko pada pukul 20.00 WIB malam hari;
  8. Larangan berjalan-jalan keluar rumah bagi yang bekerja dari rumah untuk tugas kantor;
  9. Mengikutsertakan Kades, RT/RW dan tokoh untuk sosialisasi penanganan COVID-19 terhadap masyarakat;
  10. Melakukan sanksi tegas kepada pelanggar prokes;
  11. Seruan vaksin kepada masyarakat;
  12. Seluruh destinasi dan usaha pariwisata untuk operasionalnya dibatasi waktu dan kapasitas pengunjung;
  13. Tempat usaha kuliner, pasar dan cafe pembatasan tempat hiburan sampai batas jam 20.00 WIB;
  14. Pembatasan kegiatan hajatan, pengajian dengan kapasitas 25 orang dengan batas waktu 2 jam;
  15. Masuk ke hotel dan homestay diwajibkan membawa hasil swab antigen yang disiapkan;
  16. Penyiapan karantina oleh desa minimal 10 tempat tidur;
  17. Percepatan vaksinasi dengan target 5.000 vaksin tiap hari;
  18. Memilah berita tentang penyebaran COVID-19;
  19. Menambah lagi 30 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan pasien RSD dr. Soebandi dan menambah tempat tidur untuk Hotel Jember Indah;
  20. Penambahan tenaga kesehatan dan alat-alat kesehatan di RSD dr. Soebandi;
  21. Menyiapkan ruang isolasi dan ICU dengan standard COVID-19, memerlukan ahli statistik dan ahli epidemologi untuk menjelaskan serta menyajikan perkembangan COVID-19;
  22. Menyiapkan alat PCR di seluruh rumah sakit di Jember;
  23. Menyiapkan penyekatan untuk ruang COVID-19 dan kebutuhan logistik yang mendesak;
  24. Untuk tamu pimpinan wajib membawa surat hasil swab antigen, kantor Pemkab dan pendopo menyiapkan tersendiri klinik swab antigen;
  25. Perlu penambahan tenda untuk rumah sakit lapangan.

Baca Juga: Rp32,7 Miliar Hutang Pemkab Jember Akibat Ulah Satgas COVID-19 Tahun 2020

Sepanjang pandemi COVID-19 berlangsung, di Jember tercatat 7.424 warga terjangkit maupun terpapar, 6.655 orang sembuh, 516 orang meninggal dunia hingga tanggal 28 Juni 2021 kemarin.

Sekarang, 253 kasus aktif yang terdiri 116 orang dirawat rumah sakit, dan 137 menjalani isolasi mandiri. Selain itu, terdapat 49 orang yang kategori suspek sedang dalam pengawasan Satgas COVID-19. (Adv Pemkab Jember/sut)