Vonis Aneh Perkara Korupsi Pasar Manggisan: Tiga Orang Dihukum, Satu Malah Bebas

  • Whatsapp
vonis korupsi pasar manggisan
Tiga terdakwa yang divonis bersalah yaitu (ki-ka) Edhy Sandy Abdur Rahman; Muhamad Fariz Nurhidayat; dan Anas Ma'ruf.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JEMBER- Vonis perkara korupsi Pasar Manggisan sudah jatuh Selasa, 15 September 2020. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya telah membuat putusan atas perkara korupsi Pasar Manggisan. Meski vonis kasus korupsi dari proyek Disperindag Jember ini dinilai aneh dan mengejutkan.

BACA JUGA: Gelagat Korupsi Pasar Manggisan Tidak Tambah Menjerat ke Banyak Orang

Bacaan Lainnya

Namun, dari empat terdakwa, sebanyak 3 orang dinyatakan terbukti bersalah, dan 1 orang justru dibebaskan dari segala tuntutan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember Setyo Adhi Wicaksono merasa kaget dengan putusan yang sangat timpang tersebut.

“Kami terkejut ada yang malah bebas dan majelis hakim tidak bulat putusannya, satu hakim dissenting opinion,” katanya saat diwawancarai nusadaily.com.

Setyo menyebut, yang bebas dikategorikan sebagai aktor intelektual, yakni terdakwa Irawan Sugeng Widodo alias Dodik, Direktur PT Maksi Solusi Enjinering.

“Dia (Dodik) yang nyuruh terdakwa Muhamad Fariz Nurhidayat menggarap proyek perencanaan Pasar Manggisan. Dan terbukti terima uang dari banyak proyek sekitar Rp3 miliar,” ungkapnya.

Terdakwa Pasar Manggisan Wajib Bayar Rp 1,1 Miliar

Putusan bebas terhadap Dodik berbeda jauh dibandingkan dengan terdakwa lainnya yang terlibat dalam perkara korupsi Pasar Manggisan.

Terdakwa Edhy Sandy Abdur Rahman, rekanan pelaksana dari PT Dita Putri Waranawa divonis hukuman 6 tahun penjara, denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan, dan wajib membayar uang pengganti kerugian negara Rp1,1 miliar.

“Apabila tidak bisa membayar, harta bendanya terdakwa Edhy bisa dilelang oleh kejaksaan. Dan jika tidak mencukupi diganti pidana penjara 3 tahun,” jelas Setyo terkait vonis perkara korupsi Pasar Manggisan.

Terdakwa Muhamad Fariz Nurhidayat, pekerja PT Maksi Solusi Enjinering divonis 5 tahun penjara, denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan, dan harus membayar pengganti kerugian negara Rp90 juta.

“Apabila uang pengganti tidak dibayar selama 1 bulan setelah putusan, maka harta bendanya dilelang, dan jika tidak mencukupi diganti dengan 1 tahun penjara,” papar Setyo.

Terdakwa Anas Ma’ruf, mantan Kepala Disperindag Jember yang merangkap sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Setyo menegaskan, akan mengajukan kasasi ke MA terhadap vonis bebasnya terdakwa Dodik.

“Sedangkan, putusan bersalah tiga terdakwa lainnya kami masih pikir-pikir untuk banding, karena vonisnya lebih dari 2/3 dari tuntutan jaksa penuntut umum,” pungkas Setyo kepada induk imperiumdaily.com ini.

Sebagaimana diketahui, Pasar Manggisan merupakan proyek bernilai Rp7,8 miliar yang bersumber dari dana APBD tahun anggaran 2018.

Kejaksaan menyelidiki sejak April 2019, karena konstruksi tidak selesai meskipun telah diperpanjang 50 hari waktu pengerjaannya.

Hasil perhitungan jaksa bersama auditor, akibat perbuatan para pihak yang terlibat keuangan negara dirugikan sekitar Rp1,6 miliar.

Sejumlah pejabat teras dan panitia unit kerja pengadaan barang jasa menjadi saksi karena disinyalir mengetahui terjadinya rapat di rumah dinas Bupati Jember yang disebut-sebut mengkondisikan semua proyek termasuk Pasar Manggisan.(sut/cak)