Viral Video Sejoli ‘Main Raba-raba’ di Taman Adipura Sumenep

  • Whatsapp
Aksi viral adegan tak senonoh dua sejoli di taman bunga Sumenep yang terekam kamera warganet. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Masyarakat Sumenep Madura Jawa Timur dihebohkan dengan rekaman video sepasang muda-mudi yang tengah asyik bercengkrama di Taman Adipura Sumenep. Yang membikin viral, kedua sejoli tersebut tak hanya duduk bersantai, namun si pria dalam video tertangkap basah oleh warganet sedang meraba-raba organ intim si wanita.

Dalam video terlihat keduanya duduk di atas motor Honda Vario putih yang diparkir. Posisi wanita duduk di depan sedangkan si pria duduk di belakang.

"
"

Baca Juga

"
"

Si pria yang mengenakan celana pendek itu nampak asyik meraba-raba bagian organ vital si wanita tanpa ada perlawanan.

BACA JUGA: Kecantikan Penjual Rujak di Sumenep Mirip Syahrini, Pembeli Antri

Satuan Polisi Pamong Praja, melalui Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sumenep, Fajar Santoso menyebutkan bahwa pihaknya baru mengetahui video viral tersebut.

“Video itu baru saya lihat. Walaupun viral baru saya lihat,” katanya saat ditemui nusadaily.com di ruang kerjanya, Selasa 11 Agustus 2020.

Menurutnya, prilaku tak senonoh seperti dalam video tersebut diketahui saat ada laporan dari masyarakat, sedangkan pelaku sudah meninggalkan tempat.

“Ada ciuman, sempat ditegur oleh petugas bahkan dibawa ke pos untuk dimintai keterangan,” sebutnya.

Hal itu terjadi, lanjut Fajar, lantaran pelaku memiliki sikap cuek terhadap lingkungan sekitar.

“Masyarakat juga kurang proaktif, masak satpol PP harus stanby sedangkan kita, pekerjaan tidak hanya di Taman Adipura,” tambahnya.

Bahkan, pihaknya mengaku selalu turun melakukan patroli berkeliling untuk pengendalian terhadap tempat-tempat yang sering dijadikan sebagai tempat melakukan perbuatan tak senonoh di muka umum.

BACA JUGA: Warga Sumenep Tolak Kedatangan Satgas COVID-19, Ini Videonya saat Tracing

“Jadi, kami imbau kepada lapisan masyarakat untuk bersama-sama peduli, sebagai pengawas,” imbuhnya.

Sebab, lanjut dia, tanpa adanya pengawasan dari masyarakat dan hanya mengandalkan pemerintah, menurutnya akan timbul ketimpangan.

“Karena masyarakat lebih dekat dengan mereka-mereka itu,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, pihaknya akan tetap melakukan patroli. Serta lebih memfokuskan bukan hanya kepada PKL, tetapi juga terhadap pengunjung.

Selain itu, pihak orang tua untuk lebih fokus memperhatikan putra putrinya. “Terutama yang perempuan,” tandasnya. (nam/lna)

Post Terkait

banner 468x60