Usai Kecelakaan KA vs Calya hingga Renggut Nyawa, Perlintasan Sumberjo Dijaga Relawan

  • Whatsapp
banner 468x60

BLITAR – Setelah terjadinya kecelakaan Kereta Api (KA) dengan Toyota Calya hingga mengakibatkan korban jiwa, perlintasan sebidang JPL 165 Sumberjo Talun Kabupaten Blitar sata ini dijaga relawan. Adanya penjaga itu berawal ketika PT KAI Daop 7 Madiun berencana akan menutup perlintasan yang tidak dijaga tersebut.

Baca Juga

Namun dikarenakan jalan tersebut merupakan akses penting bagi perekonomian. Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar bersama Camat Talun berupaya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan yang melintasi perlintasan sebidang tersebut tanpa harus menutup.

“Karena itu merupakan akses keluar masuknya masyarakat yang juga berkaitan dengan roda perekonomian, kita berusaha agar tidak ditutup oleh PT KAI. Akhirnya kita menggandeng masyarakat melalui Camat Talun, untuk mencari cara meningkatkan keamanan diperlintasan tersebut, sehingga tidak ada kecelakaan lagi,” kata Bayu Aji, Kepala Bidang Teknik dan Sarana Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar kepada Nusadaily.com, Rabu 25 November 2020.

Akhirnya, lanjut Bayu, Camat Talun memfasilitasi adanya penjaga yang berasal dari swadaya masyarakat. Ada tiga orang yang menjaga diperlintasan tersebut dengan menggunakan sistem bergantian. Saat ini perlintasan itu sudah dijaga selama 24 jam.

“Kemarin, kita bersama PT KAI Daop 7 Madiun, Camat Talun, dan Polres, istilahnya mengadakan ceremonial peresmian penjaga perlintasan sebidang tersebut. Kecamatan Talun memberikan tenaganya, Dishub memberikan rompi, topi, dan stick lamp, PT KAI memberikan pelatihannya,” jelasnya.

Bayu menambahkan, penjadwalan diserahkan petugas dilapangan. Honor murni dari swadaya warga sekitar, dimana mereka tidak menginginkan perlintasan ditutup karena pergerakan masyarakat akan kesulitan. “Kalau ditutup, harus memutar jauh, sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang lebih,” imbuhnya.(tan/aka)

Post Terkait

banner 468x60