UPPO Harus Miliki Nilai Tambah Positif Bagi Petani

  • Whatsapp
Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto saat meninjau lokasi UPPO pada Selasa, 6 Juli 2020 kemarin. (din)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Kodim 0815/Mojokerto yang berlokasi di halaman belakang Makoramil 0815/07 Jetis, Jalan PB Sudirman, Desa Kupang, Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto, merupakan Program Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Salah satu tujuan diidirikannya UPPO adalah untuk memasyarakatkan pupuk organik sehingga para petani memiliki kemandirian dalam mengembangkan dan menggunakan pupuk organik.

Baca Juga

“Pupuk organik yang dihasilkan dari UPPO ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan lahan sawah atau ladang yang ditanami padi, jagung dan palawija,” ungkap Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto pada Nusadaily.com, Rabu, 7 Juli 2020.

Dwi menambahkan, bahwa ke depan pupuk ini bisa disalurkan ke Poktan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pupuk organik, secara bergiliran.

“Tentunya kami berharap keberadaan UPPO ini mampu memberikan nilai tambah dan kontribusi positif bagi warga yang ada di sekitar Makoramil Jetis. Khususnya para petani,” pungkas pria kelahiran Purbalingga Jawa Tengah ini.

Sementara itu, Danramil 0815/07 Jetis Kapten Kav Rohyadi saat dikonfirmasi menambahkan, untuk sapi yang berada di UPPO sejumlah 12 ekor terdiri dari 9 ekor betina dan 3 ekor pejantan.

“Ada petugas khusus dari anggota Koramil dan Kodim untuk merawatnya. Termasuk memberi makan sapi menggunakan campuran jerami ditambah sentrat dan tetes tebu,” jelas Rohyadi.

Ia menjelaskan, untuk menambah nutrisi pada pakan sapi juga perlu diberi campuran dengan Fermented Mother Liquor (FML), yang kaya kandungan protein dan asam amino.

“Sehingga mampu meningkatkan rasa dan aroma pakan ternak jadi dapat meningkatkan nafsu makan hewan ternak. Bahkan dapat mengurangi limbah udara (bau) pada kotoran ternak,” imbuhnya.

Selain kotoran yang bisa dijadikan pupuk organik, UPPO ini mampu menghasilkan biogas secara terbatas dan pemanfaatannya untuk Makoramil pada lampu penerangan dan menyalakan kompor.

“Sejak 2018 biogas ini sudah disalurkan ke dua rumah warga yang tinggal di belakang Makoramil untuk menyalakan kompor,” tutupnya. (din/lna)

Post Terkait

banner 468x60