Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Gelar Program Padat Karya

  • Whatsapp
bandara sumenep
Kepala Kantor UPBU Kelas III Trunojoyo Sumenep Ditjen Hubud Kemenhub, Moh Arqodri Arman.(istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Madura Jawa Timur menggelar Padat Karya dengan tema ‘Peran serta Dirjen Perhubungan Udara Dalam Rangka Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Kegiatan Pendukung Program Padat Karya’, Kamis (8/4). Kegiatan tersebut direncanakan selama 23 hari ke depan.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor UPBU Kelas III Trunojoyo Sumenep Ditjen Hubud Kemenhub, Moh Arqodri Arman, mengungkapkan bahwa pada tahun tahun 2020 yang lalu, terdapat alokasi anggaran khusus program Padat Karya pemeliharaan aset bandara kelas III trunojoyo sumenep sebanyak 14 paket pemeliharaan aset di bandara sumenep dan di Bandara Harun Tohir, Bawean, Kabupaten Gresik.

Baca Juga

“Itu sudah kami laksanakan, dengan masa pelaksanaan selama 200 hari, secara bertahap, dengan mempekerjakan sebanyak 374 tenaga kerja dengan total upah yang telah dibayarkan sebesar Rp626.464.000,” kata Arqodri.

BACA JUGA: Bamsoet Bersama Dorna Sport dan FIM Langsung Tinjau Bandara Internasional Lombok

Selanjutnya, Arqodri Menyampaikan, pada tahun 2021 ini, Bandara Trunojoyo Sumenep tidak mendapat anggaran khusus alokasi anggaran program padat karya.

Sehingga kata dia, saat ini hanya mampu direncanakan 4 paket kegiatan pemeliharaan aset yang akan dilaksanakan di bandara sumenep, untuk pendukung padat karya secara bertahap.

“Untuk anggaran pemeliharaan aset tersebut bersumber dari Hippa Kantor UPBU trunojoyo tahun anggaran 2021 dengan total pagu sebesar Rp. 169. 500. 000,” imbuhnya.

Pihaknya menyampaikan, bahwa pada program padat karya ini, mempunyai target tenaga kerja yang akan dipekerjakan sebanyak 150 orang dengan masa pelaksanaan 23 hari secara bertahap.

Instruksi Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja, Tingkatkan Keterampilan Masyarakat Lokal dan Percepat pemulihan Ekonomi

Kegiatan ini, lanjut Arqodri, dilaksanakan sebagai bentuk menjalankan instruksi pemerintah, yang antara lain menciptakan lapangan kerja di desa, meningkatkan keterampilan masyarakat lokal, juga mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di sekitar Bandara Trunojoyo.

Selain itu, kegiatan ini sebagai pendukung program padat karya adalah merupakan bentuk kepedulian Derektorat Jendral perhubungan udara terhadap masyarakat lokal sebagai penerima manfaat langsung dengan adanya Bandara Trunojoyo Sumenep.

“Untuk itu kami berharap kedepannya bandara trunojoyo kembali mendapatkan kepercayaan diberikan alokasi anggaran khusus program padat karya,” tangkasnya.

Membangun Sumenep Bersama

Sementara, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi berharap supaya kedepannya selalu membangun koordinasi secara intensif, antaran Bandara Trunojoyo Sumenep dengan pemerintah daerah, untuk terus membangun Sumenep secara bersama-sama dalam rangka memberikan pelayanan pada masyarakat.

BACA JUGA: Bandara Internasional SMB II Palembang Bakal Dilengkapi Sirkuit Gokart

“Sebab Sumenep ini, secara geografis terdiri dari daratan dan kepulauan, dengan 126 pulau dan 27 kecamatan dan 334 desa. Ini menjadi tantangan tersendiri untuk akses transportasi udara, sangat menjadi penting untuk pelayanan masyarakat,” kata Fauzi. (nam/lna)