Timbulkan Kerumunan, Pernikahan di Ngawi Dibubarkan

  • Whatsapp
pernikahan ngawi
Hajatan di Ngawi Dibubarkan Polisi, selain tidak kantongi ijin juga timbulkan Kerumunan saat pelaksanaan PPKM. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NGAWI – Petugas kepolisian membubarkan gelaran hajatan pernikahan di Dusun Jebak Desa Banyubiru Kecamaan Widodaren Kabupaten Ngawi, Sabtu (16/1/2021) siang. Pasalnya, hajatan tersebut dinilai mendatangkan kerumunan di tengah pandemi.

Kapolres Ngawi AKBP I Wyan Wiyana, Minggu (17/01/2021) menyampaikan bahwa selain timbulkan banyak kerumunan, kegiatan tersebut juga tidak mengantongi izin.

Baca Juga

BACA JUGA: Satgas COVID-19 Datang, Tamu Hajatan di Tulungagung Langsung Bubar

”Pembubaran acara pernikahan yang diselengaran oleh Heri Sujoko (52), warga Rt/Rw (05/02) Dusun Jebak Desa Banyubiru Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi ini sudah sesuai petunjuk pimpinan dan koordinasi Satuan gugus tugas,” jelas Kapolres.

BACA JUGA: Satgas COVID-19 Menemukan Klaster Hajatan di Kota Surabaya

Diceritakan Wayan, pembubaran hajatan ini berdasarkan laporan dari masyarakat sekitar yang khawatir akan adanya kerumunan banyak orang.

”Atas laporan tersebut saya langsung perintahkan Kasat Binmas Polres Ngawi dan 2 anggotanya untuk segera berangkat menuju lokasi kegiatan dan melakukan tindakan,” imbuhnya.

BACA JUGA: Zona Merah, Resepsi Pernikahan di Kabupaten Blitar Kembali Dilarang

”Kegiatan tersebut telah melanggar Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor: 065/01.28/404.011/2021 tanggal 9 Januari 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Covid 19 di Kabupaten Ngawi,” tegas Kapolres.

Sebagai pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas pada saat pemberlakuan PPKM di Kabupaten Ngawi, identitas penyelengara diminta untuk di serahkan di Posko Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Ngawi. (nto/lna)