Tiga Hari, Target 1810 Lansia Kota Batu Divaksin

  • Whatsapp
Strategi jemput bola dipilih Dinkes Kota Batu untuk melaksanan program vaksinasi bagi lansia. Seperti yang terlihat di pendopo Kecamatan Junrejo.
Strategi jemput bola dipilih Dinkes Kota Batu untuk melaksanan program vaksinasi bagi lansia. Seperti yang terlihat di pendopo Kecamatan Junrejo.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Layanan vaksinasi diberikan Dinkes Kota Batu kepada para lansia. Kelompok usia di atas 60 tahun itu, masuk dalam prioritas tahap kedua.  Ditargetkan hingga 14 April bisa menjangkau 1810 lansia dari keseluruhan target sasaran 14.443 lansia. Vaksinasi lansia ini mulai dilanjutkan sejak Sabtu kemarin (10/4). 

Setelah Kota Batu mendapat kiriman sebanyak 670 vial vaksin multidosis pada Jum’at lalu (9/4). Dari 670 vial vaksin multidosis itu kuota 60 persen diperuntukkan bagi lansia.

Baca Juga

Penyuntikan antibodi kepada lansia dilanjutkan pada Senin pagi (12/4). Pelaksanaanya digelar secara jemput bola di tiap-tiap kecamatan maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama. Salah satunya di Puskesmas Batu yang melayani lansia dari Desa Oro-oro Ombo dan Kelurahan Ngaglik. Totalnya ada 92 peserta dari kedua wilayah itu.

“Meski begitu jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan akan kembali bertambah. Dengan catatan masih ada vaksin yang tersisa,” kata Kepala Puskesmas Batu, Kartini Kristalina dilansir Nusadaily.com.

Kartini mengatakan, pihaknya membagi dua sesi pelaksanaan vaksinasi, yakni pada pagi dan siang. Pada siang hari tercatat ada  sekitar 85 orang. Mereka berasal dari  lima wilayah kerja Puskesmas Batu. Diantaranya, Desa Pesanggrahan, Oro-oro Ombo, Kelurahan Ngaglik, dan  Songgokerto. 

Ia mengatakan, sedari awal melakukan vaksinasi, Puskesmas Batu baru mendapat dua orang lansia yang tak lolos skrining kesehatan. Lantaran penerima tidak dalam kondisi tubuh prima. Sehingga bisa mendaftar ulang di kemudian hari.

“Hingga saat ini, Puskesmas Batu telah melakukan vaksinasi sekitar 250 orang lansia. Sedangkan untuk vaksinasi lansia Puskesmas Batu mendapat alokasi vaksin sebanyak 36 vial. Dimana setiap vialnya bisa digunakan 8-10 orang,” lanjut Kartini. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati menjelaskan alasan strategi jemput bola kepada lansia. Ini agar memudahkan lansia mengakses layanan program vaksinasi sehingga bisa mencapai target. Para vaksinator pun turut diterjunkan mendatangi kantor desa/kelurahan yang dijadwalkan akan diselenggarakan hingga Rabu lusa (14/4).

“Mulai hari ini, hingga Rabu mendatang, vaksinator di tiap puskesmas Kota Batu akan datang ke desa-desa. Layanan vaksinasi jemput bola, merupakan salah satu peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat. Untuk jadwalnya  ditentukan masing-masing Puskesmas sesuai wilayah kerjanya,” papar dia (Senin, 12/4).

Sementara itu, dari setiap Puskesmas Kota Batu hingga Rabu mendatang, ditargetkan bisa melakukan vaksinasi kepada 340-360 orang lansia. Lima Puskesmas yang melakukan pelayanan vaksinasi di Kota Batu diantaranya adalah Puskesmas Batu, Sisir, Bumiaji, Beji dan Junrejo.

Selain menggeber vaksinasi bagi lansia, mulai hari ini Dinkes Kota Batu juga menggeber vaksinasi guru dan pelayan publik. Dimana hingga Rabu mendatang pihak Dinkes Kota Batu menargetkan ada 1200 guru dan pelayan publik di Kota Batu. 

“Untuk vaksinasi kepada guru dan pelayan publik, kami lakukan di seluruh RS yang telah ditunjuk oleh Dinkes Batu sebagai tempat vaksinasi. Yakni rumah sakit RS Karsa Husada, RS Baptis,  RS Hasta Brata dan RS Etty Asharto,” jelas Susan. 

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, hingga Minggu (11/4)  telah terdapat 8065 masyarakat Kota Batu yang tercover vaksin Covid-19. Rinciannya 1707 orang pelayan kesehatan, 4727 pelayan publik dan 1631 orang lansia. (wok/wan)