Tidak Nyaman Pakai Masker? Pria Asal Malang Ini Ciptakan Solusinya

  • Whatsapp
Alat masker
ALAT KHUSUS: Alat yang diciptakan oleh Andreas agar warga nyaman menggunakan masker. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Andreas Suprayitno, warga asal Kota Malang menciptakan sebuah alat, yakni Global Respiration Guard (GRG). Alat tersebut dibuat agar warga merasa nyaman menggunakan masker, yang saat ini diwajibkan untuk menekan penyebaran covid-19.

Sebelumnya, Andreas yang merupakan pengusaha air minum kemasan ini terlebih dahulu melakukan survei terkait penyebab masyarakat enggan memakai masker. Selama dua bulan, ia berkeliling ke beberapa tempat kerumunan massa, seperti pasar.

Read More

BACA JUGA: Khofifah: Pakai Masker Harus Aman, Tepat dan Benar

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, Andreas menemukan beberapa penyebab warga enggan memakai masker. Salah satunya, yakni tidak bisa bernafas secara lega dan masker yang terlalu lama digunakan menjadi lembab karena terkena percikan droplet.

“Alat tersebut berfungsi menjaga jarak agar kain masker tidak menempel pada mulut. Terbukti setelah jadi ternyata alat tersebut bisa menjadi solusi,” terang dia.

Andreas menjelaskan, alat tersebut berfungsi sebagai penyangga masker agar mulut tidak menyentuh bagian masker. Sehingga, ada ruang pembatas antara mulut dan masker yang membuat warga bisa bernafas dengan lebih leluasa dan tidak menimbulkan lembab pada masker ketika dipakai dalam waktu lama.

“Selama ini orang pakai masker karena terpaksa dan seperti tersiksa. Maka dari itu alat ini diharapkan bisa membuat orang senang pakai masker, tidak perlu lagi dipaksa-paksa,” ujar dia.

BACA JUGA: Razia Tak Bermasker, Tempat Usaha di Kota Malang Kena Denda

Dalam percobaan pembuatannya, Andreas pertama kali memakai material dari kayu kamper. Bahan tersebut dipilih karena lebih mudah dipotong sesuai bentuk yang diinginkan. Namun, proses produksi memakan waktu yang cukup lama, bahkan hingga lima jam. Pengerjaan yang cukup lama tersebut membuat Andreas memilih bahan baku alternatif, yaitu dari plastik.

“Kalau pakai bahan plastik dalam satu kali produksi bisa menghasilkan hingga 6 ribu buah GRG setiap hari,” ujar dia.

Andreas menambahkan, ia telah memproduksi GRG sejak pertengahan September 2020 di sebuah pabrik di kawasan Kecamatan Sukun, Kota Malang. Alat GRG buatan Andreas dijual dengan harga Rp 10 ribu per-item.

“GRG ini fungsinya memperkecil potensi penularan Covid-19,” tandas dia.(nda/lna)