Tetap Bayar Gaji Karyawan, PO Sinar Mulia Mandiri Rugi Puluhan Juta

  • Whatsapp
Armada Bus milik PO Sinar Mulia Mandiri sedang parkir di garasinya Jl Gilang, Sepanjang, Sidoarjo
Armada Bus milik PO Sinar Mulia Mandiri sedang parkir di garasinya Jl Gilang, Sepanjang, Sidoarjo
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Perusahaan Otobus (PO) Sinar Mulia Mandiri di Jalan Gilang, Sepanjang Kabupaten Sidoarjo mengalami kerugian hingga puluhan juta. Kerugian ini akibat adanya larangan mudik lebaran 2021. 

Dedi, pengurus PO Sinar Mulia Mandiri mengatakan meski ada larangan mudik, pihaknya harus tetap membayar gaji karyawannya, seperti sopir, mekanik dan juga staf. Padahal tidak ada bus yang beroperasi.

“Ada bus banyak, karyawan juga banyak, tetapi kendaraan tidak jalan. Mau tidak mau kita harus tetap bayar gaji mereka. Karena tidak mungkin tiba-tiba diliburkan begitu saja,” katanya saat dikonfirmasi Nusadaily.com, Minggu (9/5/2021).

Kendati demikian, Dedi Menegaskan PO Sinar Mulia Mandiri tetap mematuhi aturan pemerintah terkait pembatasan jalur transportasi dan larangan mudik 6 hingga 17 Mei 2021.

Saat ini, kata Dedi hanya ada 11 armada bus memiliki stiker dari Kementerian Perhubungan dan Dishub Jatim, baik antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP).

“PO Sinar Mandiri Mulia hanya 11 bus atau armada berstiker AKDP dan AKAP. Itu kebijakan dari pusat dan kita tetap menghormatinya,” jelasnya.

Dedi mengatakan total armada dari PO Sinar Mandiri Mulia di garasi 40 unit. Rata-rata selama pandemi, pihaknya hanya mengeluarkan 20 hingga 25 armada beroperasi per hari. Selama masa pelarangan mudik, total armada yang berstiker dan boleh beroperasi hanya 11 armada.

Dikabarkan sebelumnya, Kaunit Terminal Purabaya Imam Hidayat memaparkan jika  total penumpang yang terakumulasi masuk dalam wilayah Terminal Purabaya hanya sekitar kurang dari 150 penumpang saja. Hal tersebut menurun drastis dari biasanya mencapai 10 ribu penumpang  perharinya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Dedi, Yepi salah satu staff PO Harapan Jaya Medaeng Waru mengatakan, penurunan penumpang sejak 05 Mei 2021 hingga kini terus berlangsung.

“Pokoknya terhitung 05 dan 06, penjualan tiket PO Harapan Jaya jurusan Jakarta atau Trenggalek hampir nggak ada. Penumpang banyak tanya, namun kita tetap sesuai aturan perusahaan. Kita patuh aturan pemerintah saja,” pungkasnya (ful/wan)