Tersangka Kerusuhan Massal Situbondo Bakal Terus Bertambah

  • Whatsapp
Polisi memeriksa 21 pesilat PSHT kemudian menetapkan 6 orang sebagai tersangka.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SITUBONDO – Kericuhan beruntun yang pecah antara warga dengan sekelompok pesilat berujung perkara hukum. Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka, dan kemungkinan akan terus bertambah.

Penetapan keenam tersangka merupakan hasil sementara dari penyelidikan oleh polisi yang telah naik ke tahap penyidikan.

"
"

Baca Juga

"
"

Kepala Kepolisian Resor Situbondo AKBP Sugandi menegaskan, para tersangka dijerat dengan Pasal 160 juncto Pasal 170 KUH Pidana dan dijebloskan ke dalam sel tahanan.

“Sementara enam tersangka dan langsung ditahan,” paparnya kepada para wartawan pada Selasa, 11 Agustus 2020.

Sebelum menjadi tersangka, keenamnua adalah bagian dari 21 orang yang dijemput oleh polisi di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan. Semuanya pesilat PSHT, dan warga Situbondo.

Sugandi enggan merinci nama, inisial, maupun alamat para tersangka yang telah menjalani pemeriksaan. Kendati, dia sebatas menyebut salah seorang tersangka tercatat sebagai pengurus PSHT, bukan sebatas anggota biasa.

Alasan Sugandi, penyidikan masih dalam proses pengembangan yang tersirat bakal menambah makin banyak deretan tersangka.

“Kemungkinan untuk jumlah tersangkanya, nanti bisa bertambah. Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap anggota PSHT yang lain,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, bermula dari kisruh pencabutan bendera merah putih yang diduga dilakuman oleh pesilat PSHT. S⁸aat konvoi kendaraan bermotor di Desa Kayuputih Kecamatan Panji pada Minggu, 9 Agustus 2020.

Kerusuhan pecah seketika, warga setempat bentrok dengan para pesilat. Akibatnya 6 orang terluka, puluhan rumah rusak, dan kios warung terbakar di waktu malam.

Kekacauan mereda sejenak, karena warga dan aparat berupaya melerai perkelahian massal tersebut. Namun, selang beberapa jam kemudian kerusuhan kembali terjadi.

Pada Senin, 10 Agustus 2020 dini hari, sekelompok orang yang diduga dari para pesilat yang bentrok datang lagi ke lokasi semula. Mereka beramai-ramai melempari rumah warga dan menantang berkelahi.

Bahkan, perusakan merembet ke wilayah lain, Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran yang hanya berbatasan jalan raya dengan lokasi desa awal kerusuhan. Sejumlah kendaraan milik warga yang terparkir jadi sasaran amuk massa.

Ketua PSHT Situbondo Persilakan Proses Hukum

Ketua PSHT Situbondo Tulus Prijatmadji mempersilakan proses hukum oleh polisi kepada anggota yang terbukti bertindak anarkis. Ia juga menyampaikan, konvoi digelar oleh anggota yang baru lulus tes. Sedangkan tindak penyerangan diluar kendali organisasi.

“Saya tidak pernah mengajarkan atau mengintruksikan hal-hal yang jelek kepada anggota,” ujar pria yang juga Kepala Dinas Perhubungan itu usai pertemuan dengan Bupati Situbondo Dadang Wigiarto. (sut/top)

Post Terkait

banner 468x60