Tembakau Petani Trenggalek Menguning dan Terancam Menghitam… Kasihan

  • Whatsapp
Tembakau petani Trenggalek menguning
Tembakau petani Trenggalek yang menguning.Foto: Aby Karuniawan/nusadaily.com

NUSADAILY.COM-TRENGGALEK- Tembakau petani Trenggalek menguning dan terancam menghitam. Tidak menentunya cuaca menyebabkan kondisi itu menimpa petani tembakau jenis virginia di Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.

BACA JUGA: Festival Tungguk Tembakau Sisihkan 30 Budaya Dunia di Malaysia

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Komisi II DPRD Sumenep: Perda Soal Tata Niaga Tembakau Sudah Busuk

Salah satu petani tembakau Agus Salim, mengaku seharusnya bulan ini belum turun hujan. Sehingga tanaman tembakau tidak rusak dan bisa panen raya.

“Cuaca di bulan ini tak menentu, biasanya siang hari panas, namun malam harinya gerimis. Hal itu membuat tanaman tembakau yang siap panen menjadi menguning,” jelasnya soal Tembakau petani Trenggalek menguning.

Menguningnya daun tersebut mempengaruhi daya jual tembakau. Seharusnya daun yang siap di panen tersebut berwarna hijau.

“Kalau musim hujan petani sini juga menanam padi. Ini masuk musim kemarau tapi ada hujan deras kadang juga cuma gerimis,” imbuhnya.

Harga Tembakau Jadi Turun

Tembakau petani Trenggalek menguning
Tembakau yang menguning, jika dijemur bisa menghitam.
Foto: Aby Karuniawan/nusadaily.com

Petani Trenggalek menggunakan hitungan musim (kemarau dan hujan) dengan cara memprediksi pada bulan-bulan tertentu. Jika diprediksi akan musim kemarau maka para petani Salamrejo mulai menanam tembakau.

“Kalau untuk kerugian belum bisa dihitung, karena ini masih dalam tahap memilah daun yang bisa diolah. Jika kondisi cuaca bagus dengan lahan satu hektar lebih bisa menghasilkan 5 ton daun tembakau basah,” imbuhnya.

Sedangkan harga tembakau yang kualitas baik akan laku dengan harga Rp 40.000. Sedangkan tembakau yang kualitas kurang baik akan dibeli dengan harga Rp 25.000.

“Tembakau yang daunnya saat dipanen berwarna hijau nantinya bila dijemur berwarna kuning. Jika daun warnanya kuning seperti saat ini biasanya hasil saat dijemur berwarna bisa hitam. Kadang juga kuning tapi tidak sebagus yang daun hijau,” ucapnya.

Kabid Perkebunan Dinas pertanian dan pangan Trenggalek Susti Wulandari memberi penjelasan. Katanya tanaman tembakau di Trenggalek dibudidayakan dengan pola kemitraan. Itu bekerja sama dengan perusahaan rokok dan dibudidayakan secara swadaya oleh petani.

“Saat ini telah memasuki masa panen kedua, luas lahan tembakau se-Kabupaten Trenggalek 75 hektar,” ucapnya.(aby/cak)