Teluk Pangpang Banyuwangi: Rumah Singgah Ratusan Ribu Burung Migran

  • Whatsapp
Burung Teluk PangPang
Teluk PangPang merupakan rumah singgah untuk ratusan ribu burung migran. (Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi memang terkenal akan sektor pariwisata alamnya. Mulai dari pegunungan, pantai, hutan dan berbagai wisata alam lainnya ada di Kota berjuluk “The Sunrise of Java” ini. Namun tahukah traveler, Banyuwangi ternyata juga memiliki rumah singgah untuk ratusan ribu burung migran yang tiap tahun berkunjung ke Bumi Blambangan. Teluk Pangpang namanya, kawasan yang membentang luas di dua kecamatan, yakni Kecamatan Muncar dan Tegaldlimo.

Kawasan yang memiliki luasan sekitar 3.000 hektare ini memang memiliki sejuta keindahan dan potensi. Hamparan hutan mangrove yang terjaga dengan baik, menjadikan Teluk Pangpang sebagai tempat favorit untuk rumah singgah ratusan ribu burung migran.

Baca Juga

View this post on Instagram

A post shared by Teluk Pangpang Banyuwangi (@telukpangpangid)

BACA JUGA: Libur Nataru, Banyuwangi Batasi Kunjungan Obyek Wisata hingga Restoran

“Di Teluk Pangpang ini terdapat 42 jenis burung dan 9 Jenis nekton serta 15 jenis makrozoobenthos. Diantaranya merupakan satwa yang dilindungi,” kata Direktur ARupa, Edy Suprapto saat Loka Karya Teluk Pangpang sebagai Kawasan Ekonomi Esensial, di Hotel Santika, Selasa 19 Januari 2021.

Menurut Edy, Teluk Pangpang memang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Esensial (KEE) oleh Gubernur Jawa Timur. Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat setempat dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Banyak potensi yang ada di Teluk Pangpang. Dari sektor perikanannya, ekowisatanya dan lain sebagainya. Termasuk juga ratusan ribu burung migran yang tiap tahun singgah di Teluk Pangpang menjadi potensi tersendiri untuk dimanfaatkan,” imbuh Edy.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ARupa dan USAID Bijak bersama pemerintah daerah setempat serta stakeholder terkait, saat ini tengah menggodok blue print pengembangan kawasan Teluk Pangpang tersebut.

“Kita sudah bentuk forum yang terdiri dari beberapa instansi yang meliputi pemerintah desa, Dinas Perikanan, Bapeda, Perhutani dan elmen masyarakat. Sehingga, Teluk Pangpang bisa memberikan nilai ekonomis untuk kesejahteraan masyarakat sekitar dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan hayati,” imbuhnya.

Jadi Daya Tarik Wisatawan

Menurut Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Muhammad Ali Imron, Teluk Pangpang bisa menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan Banyuwangi. Ratusan ribu burung migran yang tiap tahun singgah disana tentu menjadi pertunjukan yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Burung migran menjadi keuntungan tersendiri. Banyak yang bermigrasi di teluk Pangpang. KEE konsepnya pemanfaatan yang lestari. Ini menjadi keuntungan bagi Banyuwangi yang memang mengandalkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian,” kata Imron saat menjadi pembicara dalam Loka Karya.

BACA JUGA: Menyusuri Kawasan Black Lava Bondowoso

“Tentu harus dikonsep secara matang dan baik. Jangan sampai pemanfaatan Teluk Pangpang justru merusak keragaman hayati di sana. Missal, pengunjung yang ingin menikmati atraksi burung migran jumlahnya dibatasi dan aktifitasnya dibatasi,” imbuhnya.

instagram.com/telukpangpangid

Menurut Imron, ada beberapa spesies burung migran yang sering singgah ke Teluk Pangpang. Diantaranya, ialah burung dara laut biasa (Sterna hirundo), burung dara laut jambul (Thalasseus bergii), burung Gajahan Erasia (Numenius arquata), burung Gajahan Penggala (Numenius phaeopus).

“Selain itu juga ada burung Cangak Besar (Ardea alba) dan Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus). Burung-burung tersebut biasa singgah di Teluk Pangpang pada bulan November hingga Bulan Februari,” sebutnya.

Disiapkan sebagai Kawasan Ijen Geopark

Sementara itu, Kasubid Tata Ruang Badan Bappeda Banyuwangi Rudiyanto mengatakan, kawasan Teluk Pangpang memang memiliki fungsi konservasi untuk melindungi keragaman hayati sekaligus penghasil oksigen untuk keberlangsungan hidup.

“Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi salah satu penghasil oksigen dan menyerap CO2 untuk mengurangi emisi rumah kaca. Harapannya, hutan bakau ini dapat mengurangi dampak perubahan iklim akibat global warming,” jelasnya.

BACA JUGA: Pesisir Pantai Selatan Sudah Aman Dari Gelombang Tinggi

Oleh sebab itulah, Pemkab Banyuwangi telah membuat blue print untuk menjadikan kawasan ekonomi esensial Teluk Pangpang sebagai kawasan Ijen Geopark.

instagram.com/telukpangpangid

“Kita siapkan teluk pangpang sebagai kawasan Ijen Geopark. Akan kita ajukan ke Unisco Global Geopark. Dengan demikian, Teluk Pangpang bisa menjadi destinasi wisata alam yang memiliki daya tarik, tidak hanya wisatawan local melainkan juga wisatawan mancanegara,” tutupnya. (ozi)