Teknis Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka, Kota Malang Masih Tunggu Aturan Pusat

  • Whatsapp
FOTO: Amanda Egatya//ilustrasi sekolah tatap muka
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Awal bulan Juli 2021 mendatang, pembelajaran tatap muka dimulai. Meski demikian, pemerintah pusat menerapkan kebijakan khusus dan pembatasan ketat bagi setiap daerah.

Salah satunya, yakni pembekalan siswa sekolah yang hanya boleh dilakukan maksimal dua hari selama sepekan. Serta, hanya dua jam pelajaran setiap harinya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana mengatakan, kegiatan pembelajaran tatap muka di Kota Malang masih terus di evaluasi.

“Terkait aturan pemerintah pusat itu, kami masih melakukan kajian,” terang dia, Jumat (11/6/2021).

Namun, jika aturan resmi dan teknis terkait persyaratan pembelajaran tatap muka telah diterima, maka pihaknya akan menerapkan hal tersebut sesuai dengan ketentuan.

“Kami juga belum tahu, apakah itu (kebijakan pembatasan sekolah tatap muka) berbeda-beda. Misalnya, sesuai zona daerah, merah, kuning atau oranye. Atau, bisa juga, bentuknya Instruksi Presiden, Permen (Peraturan Menteri) atau anjuran, masih belum tahu,” jelas dia.

Suwarjana menjelaskan, dengan adanya Instruksi Presiden tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Mulai dari menggelar rakor dengan kepala sekolah, meminta masukan dewan pendidikan dan lainnya.

Namun, jika instruksi pemerintah pusat itu sifatnya anjuran, pihaknya akan melakukan pembelajaran tatap muka yang saat ini sudah diterapkan di sejumlah sekolah di Kota Malang.

“Insya Allah, simulasi sekolah tatap muka ini sudah jalan. Sudah adaptasi. Kami tinggal mengejar target vaksinasi guru. Setelah itu selesai, semua siap dan protokol kesehatan juga sangat ketat,” kata dia.

Saat ini, di Kota Malang, sebanyak 85 persen sekolah sudah menerapkan pembelajaran tatap muka. Siswa masuk sekolah setiap hari Senin-Jumat, dengan jumlah siswa sebanyak 50 persen dari total kapasitasnya. Bahkan, jam masuk siswa dijadwalkan bergantian antar tingkat kelas.

“Alhamdulilah, sampai saat ini, aman dan lancar. Memang masih ada sekolah yang belum menerapkan (pembelajaran tatap muka), kebanyakan dari swasta. Sebab, masih ada kekhawatiran wali murid,” papar dia.

Sebagai informasi, rencana pelaksanaan sekolah tatap muka akan diperketat, kapasitas ruang kelas hanya boleh diisi maksimal 25 persen saja. Serta, guru yang mengajar sudah mendapatkan vaksinasi covid-19 dan tidak memiliki kormobid.

Hal tersebut dilakukan untuk mengupayakan kesehatan, keselamatan dan keamanan peserta didik saat melakukan pembelajaran tatap muka dan meminimalisir penyebaran covid-19.(nda/aka)