Target Retribusi Parkir Jadi Rp 8,5 M, Dishub Kota Batu Optimis

  • Whatsapp
Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono
Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU– Retribusi parkir Kota Batu ditarget naik pada 2021 nanti. Tak tanggung-tanggung proyeksi target kenaikan sebesar Rp 8,5 miliar pada 2021 dalam hitungan bruto. Tahun 2020 ini target retribusi sebesar Rp 1,5 miliar.

Sekadar informasi, dari target Rp 1,5 miliar pada 2020, target yang dicapai hingga saat ini sebanyak Rp 390 juta. Kondisi semakin sulit akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga

Dinas Perhubungan Kota Batu optimis dengan angka yang ditargetkan pada 2021 nanti. Meski terbilang cukup berat, Dishub akan berupaya seoptimal mungkin agar bisa terealisasi.

Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono akan menata kembali dan menertibkan manajemen parkir sebagai upaya tercapainya target. Mulai dari edukasi kepada juru parkir, hingga fasilitas penunjang. Bahkan Dishub akan merencanakan membuat tempat aduan terhadap keberadaan jukir nakal.

Ia menegaskan, akan memetakan identifikasi titik potensi parkir tepi jalan. Berdasarkan data Dishub Kota Batu ada 50 titik kantong parkir. Dengan 282 jukir yang terdata di Dishub Kota Batu. Nantinya, Dishub akan diberi kartu tanda anggota yang dipasang mikrochip.

“Sebelum menerima SK, jukir harus mendapatkan pelatihan dan sosialisasi. Kemudian ketika bertugas setiap jukir wajib memakai seragam resmi, memakai id-card dilengkapi chip dan absen melalui aplikasi yang terkoneksi langsung dengan ponsel masing-masing” bebernya dilansir Nusadaily.com.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang telah ditetapkan, ada pembagian hasil pengelolaan yaknu 60 persen untuk jukir dan 40 persen untuk pemerintah. Agar menekan tindak kecurangan di lapangan, pihaknya juga membentuk forum atau tim gabungan operasi parkir. Tim itu terdiri atas  Satpol PP, TNI, Kepolisian dan Dishub.

“Operasi secara berkala. Tugasnya menindak jukir nakal yang menarik parkir tanpa karcis dan biaya di atas ketentuan. Nanti setiap titik juga akan diberi papan peringatan” tutupnya.

Wakil DPRD Kota Batu, Nurrochman target retribusi parkir senilai Rp 8,5 miliar dalam perhitungan bruto, dirasa cukup realistis. Karena ada peningkatan tarif retribusi parkir yang dituangkan dalam perda baru. Hanya saja perda ini belum bisa diimplementasikan karena belum ada perwali.

Perwali ini mengatur mekanisme teknis lebih rinci. Seperti pembagian perolehan tarif 60 persen bagi jukir dan 40 persen untuk Pemkot Batu. Maka, jika ditarget bruto Rp 8.5 M, maka nilai bersih atau netto Dishub adalah Rp 2,1 Miliar.

“Begini ceritanya, target PAD dinaikan Rp 200 Miliar. Dishub mendapat alokasi Rp 8.5 M. Itu ditotal bila setor bruto, dari total. Untuk parkir saja itu, ada pembagian 60:40,” terang Nurrochman.

Untuk itu, pihak legislatif mendorong agar Walikota Batu Dewanti Rumpoko segera merampungkan perwali mengenai aturan teknis perda baru retribusi parkir. Sehingga ada arahan lebih konkrit mengenai implementasi perda yang telah disahkan pada Mei 2020. Dengan adanya teknis yang tercantum di Perwali, maka manajemen parkir bisa ditata.

“Dishub belum pernah melaporkan bruto tahun lalu. Memang target tahun ini cukup tinggi, tapi yang menawarkan eksekutif. DPRD merespon positif meskipun bruto, karena ada lonjakan luar biasa dan dinas akan memperbaiki sistem,” ujar politisi PKB itu. (wok/wan)

Post Terkait

banner 468x60