Tambang Galian C Rongrong Lahan Produktif di Banyuwangi

  • Whatsapp
tambang galian
Komisi IV DPRD Banyuwangi saat melakukan sidak ke areal pertambangan galian C. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Kondisi lahan produktif di Banyuwangi kian memprihatinkan. Tak hanya beralih fungsi untuk kepentingan properti dan industri, saat ini kian marak praktik pertambangan galian C yang menyasar lahan produktif. Hal inipun dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan.

Berdasarkan temuan Komisi IV DPRD Banyuwangi, dari 4 titik tambang galian C yang disidak, tiga diantaranya berada di areal persawahan produktif. “Kita sidak di 4 titik. Satu titik di Dapil satu dan 3 titik di Dapil 2. Yang di dapil 2 ini, hampir semua yang digali adalah lahan produktif areal persawahan,” kata Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Ficky Septalinda, Kamis 8 April 2021.

Baca Juga

BACA JUGA: Bupati Magetan Bakal Evaluasi Perpanjangan Izin Produksi Tambang Baru

Tak tanggung-tanggung, lahan pertanian yang disulap menjadi areal pertambangan galian C mencapai puluhan hektar untuk setiap titik. “Di Dapil 2 yang kita sidak, satu lokasi ada yang luasnya 10 hektare. Ada juga yang sampai 20 hektaran,” sebutnya.

Ficky membenarkan jika Pemkab Banyuwangi tidak memiliki kewenangan terkait perizinan tambang galian C. Meski demikian bukan berarti eksekutif bisa lepas tangan akan fenomena tersebut, mengingat pertambangan ini dilakukan di lahan produktif yang bisa mengancam ketahanan pangan di Banyuwangi.

Selain itu, aktivitas pertambangan tersebut juga berimbas terhadap infrastruktur yang menjadi asset pemerintah daerah. Disebutkan Ficky, banyak infrastruktur jalan yang rusak berat akibat dilalui kendaraan yang mengangkut material tambang.

“Kita ini kan menjalankan salah satu tupoksi pengawasan, karena kita melihat bahwa Banyuwangi punya asset alam yang sangat produktif. Kami ingin mengamankan alam kita dan akses infrastruktur yang selama ini banyak yang rusak akibat tonase yang tidak sesuai,” tegas politisi PDI-Perjuangan Banyuwangi ini.

Pihaknya khawatir, jika dilakukan pembiaran akan lebih banyak lagi lahan produktif di Banyuwangi yang beralih fungsi menjadi areal pertambangan. Selain akan berpengaruh pada lingkungan serta produktifitas pangan, hal ini juga dapat memperburuk citra Banyuwangi sebagai Kota Pariwisata.

“Banyuwangi ini terkenal dengan Kota Wisata yang menawarkan panorarma alam, salah satunya ialah kondisi alam persawahan. Kalau lahan pertanian sudah digali seperti ini, terus ke depannya bagaimana nasibnya?,” sesal wakil rakyat berparas ayu tersebut.

BACA JUGA: Penolakan Pertambangan Karawang Selatan Jadi Pertimbangan Perda RTRW

Oleh sebab itulah, dalam waktu dekat Komisi IV akan memanggil dinas terkait untuk membahas persoalan ini. Baik yang menyangkut alih fungsi lahan pertanian menjadi areal pertambangan maupun kondisi jalan rusak akibat dilalui kendararan tambang.

“Komisi IV akan menindaklanjuti temuan ini. Kita akan panggil Dinas Pertanian Banyuwangi terkait banyaknya galian C di lahan produktif. Termasuk akan kita panggil dinas PU terkait banyaknya infrastruktur yang rusak gara-gara dilalui kendaraan tambang yang melebihi tonase,” tegasnya. (ozi/lna)