Tak Gunakan Masker, Sejumlah Pemuda Tulungagung di Sanksi Push Up

  • Whatsapp
Tak Menggunakan Masker Tulungagung
Pandia saat memberikan sanksi kepada pelangar protokol kesehatan.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Penerapan Instruksi Presiden (Inpres) nomer 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengandalian COVID-19. Pemkab Tulungagung mulai memperketat aturan tersebut.

BACA JUGA: Patroli Polres Tulungagung Selamatkan Ibu Hamil yang Alami Kontraksi

Baca Juga

Jika selama ini Polisi gencar sosialisasi dengan membagi bagikan ribuan masker kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan. Namun kali ini penerapan protokol kesehatan sudah masuk dalam tahap penindakan.

Bagi pelaku pelanggaran protokol kesehatan, sanski hukuman dari teguran hingga pelaksanaan kerja sosial sudah disiapkan.

Seperti yang dilakukan oleh Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia bersama dengan Pejabat Utama (PJU) Polres Tulungagung yang menggelar patroli gowes di Tulungagung kemarin.

Dalam patroli tersebut Kapolres Tulungagung, Pandia mengajak anggotanya melakukan aksi simpatik bagi-bagi sembako kepada warga yang membutuhkan. Kemudian dilanjutkan dengan razia penggunaan masker.

Sejumlah Pemuda Tak Gunakan Masker

Hasilnya, ditemukan sejumlah pemuda yang masih abai saat berkendara maupun ketika nongkrong di warung kopi. Mereka tak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

BACA JUGA: Pemkab Tulungagung Siapkan Ruang Khusus Peserta SKB dengan Suhu Tinggi

Mereka yang tak gunakan masker langsung diberikan teguran, kemudian dilanjutkan dengan pemberian sanksi yakni menyanyikan lagu wajib. Atau melafalkan 5 sila dalam Pancasila hingga pushup di tempat.

Kapolres Pandia mengatakan, penindakan dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden nomer 6 tahun 2020. pihaknya menyebut saat ini Tulungagung belum terbebas dari pandemi, walaupun angka kesembuhannya tinggi.

Oleh sebab itu penggunaan masker wajib hukumnya, bagi warga yang beraktifitas di luar rumah.

“Kita lakukan penindakan, karena selama ini sosialisasi dan himbaun serta aksi bagi bagi masker secara langsung sudah kita lakukan, saat ini kita tegakkan penindakan bagi yang melanggar”ujarnya.

Pandia menjelaskan,sanksi yang disiapkan untuk pelaku pelanggaran ini beragam, mulai dari teguran, kemudian diminta menyanyikan lagu wajib hingga yang paling berat adalah diminta untuk menjalankan kerja sosial.

Seperti membersihkan taman, tempat ibadah, hingga pemakaman umum.

“Sanksinya mulai dari teguran, sampai melakukan kerja sosial termasuk membersihkan pemakaman umum” ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan pemberian sanksi tersebut, muncul pemahaman di masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan di masa pandemi ini.(fim)

Post Terkait

banner 468x60