Sutikno Buka Suara Soal Tudingan Dalangi Kudeta Posisi Alfin ‘Gagak Hitam’ di KONI Jember

  • Whatsapp
Sutikno angkat bicara perihal tuduhan mendalangi kudeta Ketua KONI Jember. (nusadaily.com/ Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Pengusaha jasa transportasi, Sutikno akhirnya angkat bicara menanggapi tuduhan sebagai aktor antagonis yang menggerakkan Tim Sembilan menggelar Musorkablub untuk melengserkan Ketua KONI Jember, Abdul Haris Afianto alias Alfin ‘Gagak Hitam’.

Dia mengakui bahwa dirinya memang tengah digadang-gadang sebagai calon tunggal yang didukung berbagai cabang olahraga (Cabor). Namun, mengelak jika disebut mengendalikan penuh gerakan kudeta oleh Tim Sembilan.

“Seolah-seolah Tim Sembilan boneka-boneka. (Padahal), mereka orang-orang terhormat, ada akademisi, dan pengusaha. Mana mungkin saya mengendalikan? Saya tegaskan itu bully-an (perundungan verbal),” tegas Sutikno kepada wartawan, Selasa, 18 Mei 2021.

Ketua Askab Jember itu juga menepis anggapan ambisius terhadap jabatan sebagai kompensasi turut serta dalam pemenangan Bupati Jember Hendy Siswanto di Pilkada Jember 2020 lalu.

Kesediaan menjadi kandidat calon Ketua KONI Jember menurut Sutikno karena kegemarannya mengurusi olahraga serta untuk menghormati dukungan dari para pengurus Cabor.

“Saya di-bully rakus jabatan, sebenarnya terpatahkan sendiri. Hati nurani saya sebetulnya sakit. Mulai memegang sepakbola ini murni dari teman-teman semua. Karena membantu Pak Bupati apa minta imbalan ini? Saya tidak ada sama sekali,” ucap Sutikno.

Guna meyakinkan bahwa dirinya tidak ambisius, Sutikno menunjukkan lewat caranya bersama Tim Sembilan menyikapi surat KONI Jatim yang meminta Musorkablub ditunda.

Meski sudah matang merencanakan Musorkablub, tapi kemudian menggantinya dengan acara konsolidasi Cabor untuk membicarakan persiapan Jember sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022.

“Kita sudah menjalankan sampai titik Musorkablub. Tahap per tahap sudah dilakukan Tim Sembilan. Terlepas tanggal 17 Mei surat dari KONI Jatim, sebetulnya tidak ada argumen kuat. Tapi, kita menghormati penuh KONI Jatim dan balas surat secara prosedur,” tuturnya.

Sutikno mengakui berkomunikasi dengan Bupati Hendy untuk membahas gejolak internal KONI. Bersama sejumlah pengurus Cabor, ia sempat menemui Bupati Hendy agar mendapat saran.

“Beliau bijak memberi saran komunikasi ke Provinsi. Awalnya teman-teman direstui atau tidak tetap menggelar Musorkablub, tapi Pak Bupati mengambil kebijakan sebaik mungkin menghormati keputusan KONI Jatim. Tanpa menyakiti semua,” ungkap dia.

Sebelumnya, Alfin menyebut nama Sutikno selaku dalang utama sekaligus penggerak dan penyokong dana bagi Tim Sembilan, sebuah kelompok yang dalam beberapa bulan terakhir bermanuver ingin mendongkel posisinya.

“Saya yang bilang bahwa Sutikno itu, pemilik perusahaan bus Borobudur yang sangat berambisi menjadi Ketua KONI Jember. Sutikno adalah dalangnya, sedangkan Tim Sembilan hanyalah boneka. Saya siap fight,” ucapnya.

Diperkirakan tujuan Sutikno dan kawan-kawan bermanuver adalah ingin membalas dendam lantaran Alfin pernah memecat beberapa orang pengurus yang tidak aktif selama 6 bulan. Namun, cara revans kemudian dibungkus dengan kemasan seolah KONI Jember yang justru vakum.

Lebih dari itu, lanjut Alfin, kepentingan balas dendam berkelindan dengan ambisi menjadikan KONI sebagai ajang balas budi politik oleh sejumlah orang yang merasa terlibat pemenangan Bupati Hendy. Meskipun ia berkali-kali menyatakan keraguannya soal klaim Bupati Hendy merestui tindakan Sutikno Cs.

“Saya sama sekali tidak percaya. Saya yakin, Pak Bupati tidak terlibat. Tapi, Sutikno dan orang-orang sekitarnya yang ‘rumongso’ (merasa) dekat dengan Bupati. Terus pingin nguasai KONI,” tuturnya.

Motif lain menyangkut potensi anggaran besar di dalam KONI. Dilatari pengesahan Perda APBD 2021 yang sangat membuka kemungkinan KONI menuai dana hibah dari Pemkab Jember.

Apalagi, KONI juga bakal mengelola anggaran sekitar Rp20 miliar sebagai konsekuensi Jember menjadi salah satu daerah tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.

“Ini soal anggaran. Kalau saya sudah berkeputusan, silakan anggaran Porprov dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga. KONI hanya membantu backup penuh kelancaran acaranya dan mempersiapkan para atlet,” pungkas Alfin. (sut/aka)