Sosialisasi Perbup Langgar Prokes, Pagelaran Wayang Kulit di Talun Blitar Dibubarkan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BLITAR – Petugas gabungan yang terdiri dari Polres Blitar, TNI, dan Satpol PP terus melakukan operasi yustisi. Hasilnya, pada Selasa 15 September 2020 malam, tim gabungan telah membubarkan pagelaran wayang kulit di Kecamatan Talun Kabupaten Blitar.

"
"

Baca Juga

"
"

Pagelaran wayang kulit dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Bupati tentang Covid-19 itu telah melanggar protokol kesehatan (prokes).

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, yang terlihat geram melihat even milik Pemda ini langsung membubarkannya. Dalam operasi yustisi ini, Kapolres berharap dapat membuat masyarakat sadar tentang pentingnya protokol kesehatan. Menurutnya, operasi yustisi akan dilakukan setiap malam. Jika ada tempat nongkrong yang melanggar protokol kesehatan akan diutup total.

“Kita tidak akan tebang pulih. Siapapun dan apapun yang melangar protokol kesehatan akan ditindak tegas. Misalnya pada operasi yustisi malam ini, ada pagelaran wayang kulit di wilayah Talun. Karena tidak berizin dan tidak mematuhi protokol kesehatan maka kita ambil tindak tegas dengan membubarkan,” kata AKBP Fanani kepada Nusadaily.com.

Dalam operasi yustisi itu, tim gabungan juga menutup belasan warung dan cafe yang bandel mengabaikan protokol kesehatan. Petugas langsung memasang garis polisi terhadap warung dan cafe yang ditutup.

“Tentu jika tempat nongkrong seperti cafe, warung kopi, restoran dan tempat lainya yang tak pematuhi protokol kesehatan akan kita tindak tegas. Misalnya tidak menyediakan cuci tangan, tempat duduk tidak ada jaraknya, dan tidak memakai masker, pasti kita tutup total,” tandasnya.

Sementara itu bagi para pengunjung yang tidak menggunakan masker dilakukan penindakan tegas, yakni berupa tilang identitas, serta push up. Tak hanya itu, kendaraan yang tidak lengkap juga diamankan petugas.(tan/aka)

Post Terkait

banner 468x60