Sosialisasi Penanganan COVID-19 dengan Pertunjukan Wayang Kulit

  • Whatsapp
Pertunjukan Wayang Kulit KPCPEN
Ki Putut Puji Aguseno dalang muda dalam pagelaran wayang kulit virtual yang dihadiri oleh Bupati Magetan Suprawoto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Vennly Tomi Nicolas serta Kepala Dinas Koperasi, Parminto Budi Utomo di GOR SMK Yosonegoro, Jalan Gitadini Magetan, Kamis (06/05/2021) malam.
banner 468x60

KPCPEN dan Kemkominfo Gandeng Dalang Daerah

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Pertunjukan wayang kulit menjadi salah satu media sosialisasi Komite Penanganan COVID-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) serta Kementerian Informatika dan Komunikasi (Kemkominfo) di tengah pandemi.

Selain itu para seniman wayang masih tetap bisa berkarya dan menggelar pertunjukan secara virtual.

Saat ini seniman seperti tak terkecuali dalang dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka tidak mendapat pemasukan karena tidak ada dapat menggelar pertunjukan.

Disampaikan Ki Putut Puji Aguseno dalang muda dalam pagelaran wayang kulit virtual yang dihadiri oleh Bupati Magetan Suprawoto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Vennly Tomi Nicolas serta Kepala Dinas Koperasi, Parminto Budi Utomo di GOR SMK Yosonegoro, Jalan Gitadini Magetan, Kamis (06/05/2021) malam.

“Seniman dalam kondisi yang parah. Karena tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak mudah melaksanakan sebuah pertunjukan atau pementasan sebagai sumber penghidupan,” katanya kepada nusadaily.com.

Adanya tawaran kerjasama dari KPCPEN untuk menggelar pertunjukan wayang kulit virtual ini disambut baik oleh para seniman khususnya dalang.

“Pertunjukan ini sekaligus sebagai sarana edukasi kepada masyarakat luas terkait program-program dan kebijakan pemerintah. Kegiatan seperti ini punya manfaat positif dan efektif. Karena masyarakat bisa menerima pesan yang disampaikan oleh para seniman melalui media pertunjukan kesenian virtual dan merasa terhibur,” ungkapnya.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Bandarlampung Gelar Festival Dalang Wayang Kulit

Menurutnya, sosialisasi melalui pagelaran wayang kulit sangat baik. Selain melestarikan tradisi dan budaya, para seniman wayang juga dapat bangkit dan eksis.

“Selain memang masih pandemi. Sudah saatnya kesenian harus mengikuti perkembangan teknologi di dunia digital dan virtual,” katanya berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

Baca Juga: Sosialisasi Perbup Langgar Prokes, Pagelaran Wayang Kulit di Talun Blitar Dibubarkan

Kerja sama dengan KPCPEN dan Kemkominfo ini sangat menolong seniman wayang dari karya dan ekonomi. Ki Putut berharap agar pertunjukan rakyat virtual agar digelar lebih sering. Sehingga teman-teman seniman di daerah juga dapa merasakan imbas dari program ini.

Sementara itu, menurut penyelengara, pertunjukan rakyat virtual ini tidak sekadar hiburan. Tapi juga memuat pesan tentang penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi. Merangsang pertumbuhan karya dan juga dapat mendukung ekonomi para seniman wayang.

Baca Juga: Pembubaran Wayang Kulit di Talun, Bupati Blitar ‘Salahkan’ Masyarakat

Selain dalang, seniman lain seperti pengrawit, sinden, pembuat wayang, penjual kulit dan gapit wayang dapat berkegiatan lagi karena dilibatkan dalam tiap produksi.

“Kami jadi tahu teknis pertunjukan live streaming. Dan siaran live streaming membuat seniman dapat menjangkau audiens, penggemar baru, dan dikenal lebih luas,” kata Helmi Hafid Ditjen IKP Kominfo.

Baca Juga: Ki Asmoro Sampir, Setia Membuat Wayang Kulit di Tengah Gemerlapnya Modernisasi

Acara ini, tambah Helmi, dapat membangkitkan gairah para seniman untuk tetap berkesenian dan bermanfaat dari segi income. Selain itu untuk membangun pemahaman, kepercayaan dan partisipasi kepada masyarakat untuk bersama-sama dalam mewujudkan ‘Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit’.

Sementara itu, sebagai tuan rumah Bupati Magetan Suprawoto mengapresiasi program Kemkominfo dan KPCPEN untuk sosialisasi masalah COVID-19 melalui budaya ini.

Baca Juga: Karier Cak Percil, Dari Penari Janger Jadi Komedian Top

Bupati berharap masyarakat bisa memahami pesan-pesan yang terkandung dalam kesenian budaya dan kearifan lokal tersebut. Masyarakat tidak lengah terhadap protokol kesehatan.

“Ini progamnya Kemkominfo dan KPCPEN untuk sosialisasi masalah COVID-19 menggunakan budaya secara virtual, dengan virtual jangkauannya lebih luas, bisa ditonton masyarakat lokal maupun di luar negeri. Semoga melalui cara virtual itu, seniman masih bisa dapat job di masa pandemi,” pungkas mantan Sekjen Kemkominfo RI ini. (nto)