Sopir Minivan di Tulungagung yang Tabrak Mobil Polisi Terancam Setahun Bui

  • Whatsapp
sopir tulungagung
Kasatlantas saat memeriksa kondisi minivan yang digunakan untuk menabrak mobil polisi saat razia balap liar di Jembatan Ngujang 2 Tulungagung, Selasa (02/03). (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Sebuah mobil minivan yang dikemudikan warga Blitar, AS, menabrak mobil petugas saat razia pembubaran balap liar di Jembatan Ngujang 2 Tulungagung, Selasa (02/03) yang lalu. Satlantas Polres Tulungagung hingga kini terus mendalami kasus tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, AS dalam keadaan sadar saat menabrak mobil petugas. AS sengaja menabrak mobil tersebut karena takut ditangkap Polisi.

Baca Juga

BACA JUGA: Gagal Kabur, Pelaku Balap Liar Blitar Tabrak Mobil Polisi

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi Sutrisno mengungkapkan, pasal yang diterapkan dalam kecelakaan yang disengaja ini adalah pasal 311 Undang Undang nomor 2 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

BACA JUGA: Ala Film “Lawless”, Polisi Tulungagung Tembaki Mobil Pemasok Ciu Solo

“Kalau ancaman hukumannya 1 tahun penjara atau denda 3 juta rupiah,” ucapnya, Rabu (3/3/2021).

Lanjut Aris, selain tengah memproses kasus kecelakaan yang murni disengaja tersebut, pihaknya turut memberikan sanksi penilangan kepada pelaku balap liar dan penontonnya yang tidak memiliki kelengkapan berkendara.

“Proses hukum terus berlanjut, ini tidak ada yang ditahan namun satu orang yaitu sopir minivan, kita kenakan wajib lapor,” ujarnya.

Aris menjelaskan, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti dalam giat pencegahan balap liar tersebut. Yakni 16 sepeda motor yang belum bisa dibuktikan kepemilikannya dan 2 unit mobil. Terdiri dari 1 mobil pickup yang digunakan rombongan penonton balap liar, serta 1 unit minivan yang dengan sengaja menabrak mobil petugas.

“Dari 31 roda dua yang kita amankan kemarin, masih ada 16 yang kita tahan karena belum bisa menunjukkan bukti kepemilikan, 2 roda empat juga masih kita tahan,” jelasnya.

Dari hasil pendalaman, minivan tersebut merupakan mobil milik salah satu peserta balap liar. Hal ini terlihat dari dua kursi bagian tengah dan belakang minivan yang sengaja dilepas, dan ditemukannya satu sandaran sepeda motor di dalam minivan tersebut.

Sementara itu, 65 pemuda yang diamankan dalam giat tersebut seluruhnya kini telah dipulangkan. Setelah dilakukan pendataan dan penilangan sesuai kesalahannya.

Sedangkan untuk sopir minivan berinisial AS, dikenai wajib lapor mengingat statusnya sebagai sopir yang sengaja menabrak mobil petugas.

“Untuk Sopirnya kita kenakan wajib lapor, untuk yang lainnya setelah didata kemarin langsung pulang, tidak ada yang ditahan,” ucapnya.

Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, namun akibat tabrakan tersebut mobil petugas mengalami kerusakan dan kerugian material.

“Kerugian jiwa tidak ada, untuk kerugian material mobil petugas, masih didata ini,” ungkapnya.(fim/lna)