Soal Krisis Air di Gempolsari, DPRD Minta Pemkab Sidoarjo Turun Tangan

  • Whatsapp
Spanduk bertuliskan tuntutan Krisis air terpasang di jembatan Jenggolo Sidoarjo, kemarin (13/6) IST
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Desa Gempolsari Kecamatan Tanggulangin mengalami krisis air bersih. Lokasi yang berdekatan dengan luapan lumpur itu menjadi faktor utama air sumur berwarna kuning. Bahkan sampai menghitam.

Robiatul Adawiyah Warga Gempolsari menceritakan, untuk mandi saja, ia harus membeli air bersih, agar tidak gatal. Termasuk mencuci pakaian. “Saya beli air ke tukang keliling, satu jirigen harganya 2 ribu,” Katanya saat dikonfirmasi, Senin (14/6/2021).

Menanggapi kondisi tersebut, Dhamroni Chudlori Anggota DPRD Sidoarjo meminta pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus segera turun tangan. Karena ini memang tugas pemerintah untuk memberikan bantuan kepada warganya.

“Pemkab harus hadir memberikan bantuan air bersih di daerah tersebut, karena kondisi airnya sudah tidak layak konsumsi. Iya kalau warga disana semuanya mampu beli air, kalau tidak. Kasian warganya,” ungkapnya

Dhamroni Chudlori yang juga Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo itu menyarankan, di Desa Gempolsari dan sekitarnya diberi tandon air bersih. Harapannya, dapat memenuhi kebutuhan air diwilayah tersebut.

“Untuk solusi jangka pendeknya, harus dibangun tandon di desa tersebut. Tapi kedepannya, pipanisasi dari PDAM wajib terpasang disana, sehingga air disana tercukupi,” ucapnya.

Seperti yang diketahui, kemarin warga Gempolsari memasang spanduk bertuliskan krisis air di jembatan layang Jenggolo Sidoarjo. Dalam sepanduk tersebut ditulis “Percuma Tajir, Kalau Warga Miskin Air”. (ful/kal)