Siswi Sekolah Swasta, Nekat Loncat di Jembatan Rejoto

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Seorang siswi nekat melakukan diduga aksi bunuh diri di Jembatan Rejoto, Kota Mojokerto, Minggu, 25 Oktober 2020 malam.

Informasi aksi nekat tersebut bahkan tersebar luas di media sosial facebook. Group Info Lantas Mojokerto (ILM) sekitar pukul 19.30 WIB.

Baca Juga

Belakangan diketahui identitas korban DF berusia 18 tahun, warga Gang Cinde, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Siswi kelas XII di salah satu sekolah swasta di Mojokerto ini, saat ditemukan masih lengkap mengenakan pakaian kaos berwarna-warni. Jaket hoodie lengan panjang, dan celana dalam kondisi masih bernapas.

Tampak sejumlah warga dan relawan membantu memberikan pertolongan pertama usai dirinya menenggelamkan diri ke sungai Aliran Kali Brantas.

Salah satu pedagang di sekitar Jembatan Rejoto Irwanto (38), menyebutkan korban diketahui datang dari arah Lingkungan Balongkrai. Dan menghentikan sepeda motor honda beat berwarna putih bernopol S 4175 TI di jembatan.

“Pas lagi ngelayani saya lihat anaknya seperti nelepon gitu, ada 5 menit. Terus HP nya ditaruh di dashboard motor. Terus naik pagar loncat,” ungkapnya yang saat itu melihat aksi nekat remaja yang bertubuh tambun tersebut.

Ia menambahkan, jika banyak warga yang melakukan pencarian di sekitar sungai yang permukaannya ditumbuhi enceng gondok.

“Jamnya gak tau pasti, anaknya nyemplung habis itu langsung isya. Habis itu gak tau siapa saja yang nolongi, langsung rame,” akunya.

Sementara itu, Kapolsek Prajurit Kulon Kompol M. Sulkan mengatakan pihak keluarga siswi yang diduga nekat melakukan aksi bunuh diri tidak mengetahui tujuan DF (18) keluar dari tempat tinggalnya sejak pukul 18.15.

“Keluarganya juga gak tau tujuan dia keluar kemana. Tiba-tiba dapat informasi lompat dari Jembatan Rejoto,” terang Sulkan.

Usai dilakukan evakuasi oleh sejumlah warga, dan upaya pertolongan pertama sejumlah relawan, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

“Korban sudah sadar, nanti akan kita cek kembali keadaannya,” tandas mantan Kapolsek Magersari ini.(din/aka)

Post Terkait

banner 468x60