Siapa Berani Ikut Tantangan Tender Multiyears, Megaproyek Jalan Jember Rp664,8 Miliar?

  • Whatsapp
Megaproyek Jember.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Eskalasi tender-tender proyek APBD Jember tahun anggaran 2021 bakal terasa berbeda dari biasanya. Hampir bisa dipastikan terjadi persaingan ketat yang melibatkan antara perusahaan penyedia barang dan jasa bidang kontruksi.

Hal itu seiring dengan adanya proyek berskala besar yang menjadi andalan program Pemerintah Kabupaten Jember, yakni berupa rekontruksi jalan dengan skema anggaran tahun jamak atau multiyears senilai total Rp664,8 miliar.

Tingginya nilai proyek tentu akan menjadi bidikan banyak kontraktor besar, termasuk dari luar kota. Sebab, pagu anggaran tiap paket berkisar antara Rp15 miliar – Rp25 miliar pada 30 proyek rekontruksi jalan serta 2 proyek pembangunan jembatan.

“Kategori usaha non kecil. Kontraktor lokal kalau ada masuk kategori itu silakan ikut, kan itu nanti tender. Asalkan mampu ya,” ujar Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Jember, Rahman Anda ketika diwawancarai nusadaily.com pada Sabtu, 17 April 2021.

Proyek rekontruksi jalan ditargetkan untuk sebanyak 782 ruas jalan yang totalnya sepanjang 1.080 kilometer. Adapun bentuk proyek dalam wujud pengaspalan yang disertai dengan normalisasi pada bahu jalan untuk drainase.

Latar belakang rancangan proyek tersebut berdasarkan pengamatan Dinas PU Bina Marga yang mendapati mayoritas kerusakan jalan disebabkan kerapnya terjadi genangan air saat turun hujan karena tidak berfungsinya saluran air.

Sehingga, lanjut Rahman, diperlukan rancangan proyek secara tepat yang dapat membuat daya tahan jalan aspal lebih lama. Sekaligus dengan cara mengantisipasi terjadinya genangan air diatas ruas jalan.

“Kita melakukan analisa baik sistem bangunan pelengkap drainase maupun pengaspalan. Nanti juga diperlukan proyek terintegrasi antara jalan dengan drainase,” urai Rahman.

Ia menyebut, awal bulan Mei mendatang dimulai dengan peluncuran dokumen rencana pelaksanaan pengadaan (RPP) untuk jasa konsultan perencanaan. Usai tender jasa konsultan, paling tidak bulan Juli sudah muncul DED (Detail Engineering Design) sebagai produk rencana rigid kontruksi jalan.

Durasi waktu mepet tahun anggaran terus berkejaran, sehingga diharapkan dua bulan berikutnya dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi pelaksaan tender rekontruksi jalan.

“Schedule, bulan Oktober kontrak kontruksi,” tegas Rahman, pria yang tahun 2014 silam pernah berpengalaman menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan stadion Jember Sport Garden (JSG) senilai Rp219 miliar.

Namun, sorotan sempat dikemukakan Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo yang mengkritik Pemkab Jember yang kebijakannya cenderung mengarah ke praktek neo liberalisme. Mulai menjauh dari semangat penguatan ekonomi kerakyatan.

Indikasinya tampak dari kemasan paket proyek rekontruksi jalan yang sengaja disiasati mengandung anggaran bernilai tinggi. Meski dibalut tender terbuka, tapi dampaknya tidak lain seleksi hanya untuk bisa diikuti secara terbatas para pengusaha besar.

“Padahal, sejatinya rekontruksi jalan tingkat kabupaten kategori pekerjaan mudah yang bisa digarap kontraktor lokal dengan pekerja dari warga Jember. Pengusaha lokal dan rakyat Jember nanti hanya akan menjadi penonton atas eksploitasi lebih dari setengah triliun anggaran yang dinikmati orang luar,” serunya.

Betapapun kerasnya kritik tersebut hanya menjadi angin lalu usai terjalin kesepakatan secara resmi antara DPRD dengan Bupati Jember, Hendy Siswanto memasukkan skema proyek multiyears Rp664,8 miliar dalam pengesahan Perda APBD 2021 senilai total Rp4,4 triliun. (sut/kal)