Sertifikat Halal Belum Diterbitkan di Kota Batu

  • Whatsapp
Kemenag Kota Batu mendorong produk-produk UMKM di Kota Batu untuk mendaftarkan sertifikasi halal
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Selama ini Jawa Timur menjadi provinsi terbanyak yang menerbitkan sertifikat halal yang berjumlah 155 lembar sertifikat. Domain penerbitan sertifikat halal berada ditangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag sejak 17 Oktober 2019 lalu.

Namun untuk Kota Batu masih belum satu pun sertifikat halal yang diterbitkan. Belum dikeluarkannya sertifikat ini karena perlu proses panjang.

Baca Juga

BACA JUGA: Disparta Kota Batu Siapkan Skema Pelaksanaan Event

Kepala Kemenag Kota Batu, Nawawi mengatakan, ada sepuluh produk yang masih tahap pendaftaran. Panjangnya proses membuat sertifikat halal belum pernah dikeluarkan sama sekali di Kota Batu. Dan tahapan proses ini berada di bawah kendali Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Untuk menerbitkan kelayakan halal ini, Kemenag melibatkan auditor produk dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MU serta perguruan tinggi terdekat.

Menurutnya berbagai proses untuk mendapatkan sertifikasi halal harus dilalui. Meliputi seperti survei lapangan yang dilakukan oleh petugas ke tempat pembuatan produk. Dengan menilai dari kebersihan tempat produksi, bahan-bahan yang digunakan hingga packaging.

“Penilaiannya tidak ketat ya sesuai dengan syariat Islam saja,” ujar Nawawi.

Proses selain dari Kemenag lama

Menurutnya proses tersebut lebih lama ketika sertifikasi halal masih belum dibawah kendali oleh Kemenag. Dan pihaknya optimis akan mengeluarkan sertifikat halal dalam waktu dekat.

“Doakan saja segera ini, mohon bersabar dibandingkan dengan sebelumnya itu bisa menunggu waktu dua sampai tiga tahun,” katanya.

Pihaknya juga mensosialisasikan kepada pelaku UMKM di Kota Batu untuk mengajukan sertifikasi halal pada produknya. Upaya itu telah dilakukan bersama Universitas Brawijaya. Sebanyak 20 pelaku UMKM diberi edukasi pada Agustus lalu. Meski begitu, hal ini lantas tak membuat UMKM tertarik untuk medaftarkan produknya.

BACA JUGA: Pandemi, Pengusaha Travel Banting Setir Budidaya Anggrek 

Dia mengimbau bagi pelaku usaha yang ingin mendaftarkan sertifikasi halal untuk datang ke Kemenag Batu dengan syarat memiliki legalitas atau badan hukum terkait usahanya.

“Kami menargetkan sebanyak-banyaknya pelaku usaha mendaftarkan sertifikasi halal karena beberapa hari yang lalu menggandeng Dinas Pariwisata untuk menjadikan Kota Batu menjadi kota halal,” katanya.(wok/kal)