Sempat Tertunda, Polresta Makota Segera Lakukan Gelar Perkara Kasus Unisma

  • Whatsapp
kecelakaan unisma
Plh KBO sekaligus Kasubnit I Unit IV Sat Reskrim Polresta Malang Kota, Iptu Rudi Hidajanto. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Setelah sempat tertunda beberapa minggu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Malang Kota akhirnya memastikan gelar perkara atas kasus kecelakaan kerja RSI Unisma dimulai pekan depan.

Gelar perkara tersebut akan mengumpulkan seluruh kanit dan fungsi pengawas. Pihak kepolisian akan menyimpulkan semua hasil penyelidikan dari para saksi. Nantinya, hasil gelar perkara tersebut akan mengungkap tersangka laka kerja lift proyek RS Unisma.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu melalui Plh KBO sekaligus Kasubnit I Unit IV Sat Reskrim Polresta Malang Kota, Iptu Rudi Hidajanto mengatakan, gelar perkara laka kerja RSI Unisma memang sempat tertunda beberapa minggu.

BACA JUGA: Kecelakaan Kerja RSI Unisma 5 Orang Meninggal, Polisi Cuma Tetapkan yang Berpotensi Jadi Tersangka

BACA JUGA: Polresta Makota Jadwalkan Gelar Perkara Kasus Kecelakaan Kerja RSI Unisma

“Sebab, Kamis (22/10) ini, kami masih melakukan pemeriksaan satu orang saksi tambahan. Sehingga, kami tuntaskan dahulu pemeriksaan saksi tambahan itu. Saat ini, kami siap untuk melakukan gelar perkara pada pekan depan,” terang dia.

Rudi menjelaskan, satu orang saksi tambahan yang diperiksa merupakan mandor dalam proyek pembangunan gedung RSI Unisma.

“Jadi mandor proyek itu berjumlah tiga orang, dimana satu orang bertugas sebagai koordinator mandor dan dua orang lainnya bertindak sebagai mandor. Kami lakukan pemeriksaan kepada satu mandor, karena dua orang lainnya telah selesai kami lakukan pemeriksaan,” jelas dia.

BACA JUGA: Hasil Labfor Kecelakaan Kerja RSI Unisma Sudah Keluar – Imperiumdaily.com

Ia menjelaskan, satu orang mandor yang diperiksa berasal dari pihak kontraktor pembangunan yaitu PT Dwi Ponggo Seto.

“Pemeriksaan dilakukan selama dua jam dan berjalan dengan kooperatif. Materi pemeriksaan kepada saksi, adalah seputar tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja,” imbuh dia.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengungkapkan pasal pidana yang akan dikenakan kepada tersangka laka kerja RSI Unisma tersebut.

“Tersangka laka kerja RSI Unisma akan kami kenakan Pasal 359 KUHP subsider Pasal 360 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal selama lima tahun,” tandas dia.

BACA JUGA: Pekan Ini, Polresta Makota Akan Periksa Pihak Yayasan Terkait Insiden RSI Unisma

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak lima orang pekerja bangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) dinyatakan meninggal dunia dan enam orang luka-luka. Kecelakaan kerja tersebut disebabkan karena tali sling lift yang putus, Selasa (8/9).

Diketahui, lift tersebut merupakan lift pengangkut barang. Saat kejadian, lift tersebut justru dinaiki oleh 11 orang pekerja. Insiden kecelakaan kerja itu terjadi ketika para pekerja ingin kembali melanjutkan pembangunan di lantai empat dengan menumpang lift rakitan kemudian terjatuh dari ketinggian 20 meter. Sampai saat ini polisi belum menetapkan adanya tersangka dalam kasus tersebut.(nda/lna)