Sempat Layu, Bisnis Florikultura Batu Kembali Merekah

  • Whatsapp
Bisnis Florikultura
Semua tanaman laku, bahkan harganya naik hingga beberapa kali lipat. Salah satunya jenis syngonium. Dulu hanya Rp 10.000, sekarang bisa sampai Rp 250.000 tergantung jenis.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Selama beberapa bulan lalu sektor wisata di Kota Batu mengalami kelesuan. Merosotnya kunjungan wisatawan dirasakan pula dampaknya oleh pelaku bisnis Florikultura di Desa Sidomulyo Kota Batu.

Desa Sidomulyo dikenal sebagai sentra budidaya florikultura yang menjadi jujugan para wisatawan, apalagi akhir pekan ataupun masa liburan. Berhentinya aktivitas pariwisata di Kota Batu selama beberapa bulan berimbas pada pendapatan warga Desa Sidomulyo.

"
"

Baca Juga

"
"

BACA JUGA: Waaw!! Khasiat Daun Miana untuk Kesehatan dan Sembuhkan Diabetes

Maklum saja, mayoritas masyarakatnya bergantung pada budidaya tanaman hias sebagai penopang hidup. Hampir 80 Persen masyarakat Desa Sidomulyo bergantung pada budidaya florikultura, baik sebagai pedagang ataupun petani bunga.

Sejak pintu kunjungan wisatawan kembali dibuka, perlahan-lahan bisnis florikultura mulai merekah. Satu di antaranya adalah pelaku bisnis tanaman hias Nanang Mukhlis, warga Jalan Cemara Kipas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. Perlahan namun pasti, bisnis tanaman hias mulai tumbuh.

“Saat PSBB kemarin, penjualan terganggu, karena orang luar Batu tidak boleh masuk tapi sekarang sudah kembali normal. Perputaran transaksi juga sudah lancar bahkan meningkat melebihi sebelum korona,” ungkap Nanang.

Hampir seluruh koleksi tanamannya laku keras, baik secara online maupun penjualan langsung. Beberapa jenis tanaman yang menjadi buruan adalah tanaman gantung, krisan, bibit mawar, alokasia, anthurium, sansevieria, syngonium, philodendron, varian sirih, puring, palem, dan banyak lainnya.

Dari semua varietas itu, pembeli banyak yang menambatkan pilihannya pada tanaman dari golongan philodendron, terutama monstera. Tanaman yang tergolong mudah perawatannya ini bisa diletakkan di dalam ruangan (indoor) atau luar ruangan (outdoor).

Harga Tanaman Hias

Harganya bervariasi sesuai ukurannya. Semakin besar ukurannya, semakin mahal harga yang dibanderol. Untuk ukuran sedang berkisar antara Rp. 75 ribu hingga Rp. 360 ribu. Lain cerita jika monstera jika variegata memiliki kelainan pigmen warna daun, yang biasanya hijau menjadi berwarna putih maupun kuning. Harganya bisa menembus jutaab rupiah.

Rata-rata pedagang mematok harga dengan menghitung jumlah daun serta corak warna varigata yang berpadu dengan warna hijau. Daya tarik lainnya yaitu bentuk daun unik pecah-pecah menjadi nilai eksotis tersendiri.

Semua tanaman laku, bahkan harganya naik hingga beberapa kali lipat. Salah satunya jenis syngonium. Dulu hanya Rp 10.000, sekarang bisa sampai Rp 250.000 tergantung jenis.

“Kalau monstera variegata malah semakin mahal, per daun bisa sampai Rp 1 juta. Itu pun hanya potongan batang, kalau yang varigatanya mewah dan daun berjumlah banyak bisa sampai puluhan juta,” jelas Nanang.

BACA JUGA: Hilangkan Bau dan Kuman, Taman Tematik Disemprot Antiseptik

Meroketnya harga karena banyak yang mengincar tanaman hias. Bagi sebagian masyarakat merawat tanaman hias menjadi eskapisme mengusir kejenuhan selama pandemi.

Nanang mengatakan, bisnis tanaman hias memberi keuntungan yang menggiurkan. Sebelum korona, omzet per hari Rp 1 juta, sekarang malah naik Rp 2 juta sampai Rp 3 juta perhari. Perawatan yang baik berpengaruh pula pada harga yang dibanderol, belum lagi kalau berkembang biak, pasti memiliki nilai ekonomi berlipat-lipat.

Keuntungan berlipat didukung pula dengan akses pasar global yang terbuka lebar. Banyak flora endemik Indonesia yang dilirik pasar mancanegara. Terutama philodendron dari segala jenis. Permintaan dari Amerika, Eropa, dan Asia terus berdatangan hingga ketersediaan barang semakin minim.

“Perputaran transaksi meningkat karena pasar dunia sudah terbuka. Permintaan eksportir tanaman dari Bogor, Jakarta dan lainya untuk melayani pesanan orang luar membuat perputaran pasar lokal juga meningkat,” tambah dia. (dit)

Post Terkait

banner 468x60