Selama Pandemi Covid -19, Banyak Guru PNS Melanggar Disiplin

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Sejumlah guru PNS Kabupaten Malang yang melanggar disiplin selama masa pandemi covid 19 akan dikenakan sanksi. Kini ada yang sedang diproses oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Inspektorat. Karena diketahui sejumlah guru memanfaatkan keadaan covid 19 dengan ketidakhadirannya akan tetapi gaji mereka tetap diberikan.

Diungkapkan oleh Rahmat Hardijono Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang saat ditemui oleh awak media hari ini (1/1) di Pendopo Agung Malang.

“Hal ini berkaitan dengan surat yang pernah dikeluarkan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Bahwa memang, izin pembelajaran tatap muka ditolak tetapi dengan catatan murid tetap harus belajar dari rumah. Dengah cara guru mendatangi murid muridnya dan kepala sekolah harus memonitor itu,” kata Rahmat.

Diketahui penyebab tindak disiplin ini terjadi karena masih dalam pandemi covid 19. Sehingga harus dideteksi apakah benar keadaan yang tidak normal ini dimanfaatkan banyak orang untuk tidak masuk kantor akan tetapi gajinya jalan terus.

“Kepala sekolah seharusnya memantau para gurunya, bagaimana kinerja mereka selama pandemi? Bisa jadi karena lolos dari pantauan. Tiba tiba ada yang ikut organisasi terlarang,” terang dia.

Jadi situasi ini jangan sampai membuat kita lengah terhadap disiplin kehadiran serta kinerja guru2 harus tetap.

“tidak boleh mengaitkan dengan jumlah kehadiran, sebab kondisi covid 19 seperti ini kehadiran menjadi berbeda. Seperti halnya Surat Kemendikbud yang menyatakan perubahan tentang BOS reguler bahwa tidak boleh mengaitkan tunjangan profesi guru dengan kehadiran,” tandasnya.

Sementara itu, absen memang sedang tidak berfungsi, semua pengaduan tindak pelanggaran disiplin akan dipelajari dan setelah rapat dengan majelis etik baru hasilnya dapat diketahui karena jumlah pelanggar disiplin sangat banyak.

“Disisi lain kita kurang guru tapi masih ada diantara guru guru PNS kita yang kena hukuman disiplin. Untuk jumlahnya bisa tanya pak Nurman BKPSDM,” tutup Rahmat.(aje/aka)