Sektor Pariwisata Mulai Beri Dampak Positif Terhadap PAD Kota Batu

  • Whatsapp
PAD Batu
Wisatawan menikmati hamparan bunga di area taman bunga yang berada di Taman Rekreasi Selecta. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Sektor pariwisata yang berangsur-angsur pulih di Kota Batu, mulai memberikan secercah harapan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Dari yang dibukukan pada Oktober lalu, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Batu mencatat perolehan pajak restoran sudah menyentuh pada angka 95,34 persen. Begitu juga dengan pajak hotel yang dibukukan sebesar 95,48 persen. Kemudian pajak hiburan sebesar 86,05 persen.

Baca Juga

Kepala Bidang Penagihan BKD Kota Batu Ismail Hasan mengatakan liburan panjang pada 28 Oktober hingga 1 November lalu cukup memberi dampak signifikan terhadap PAD dari sektor pariwisata.

BACA JUGA: Masuk Top 30 KOVABLIK, Wali Kota Batu Terima Penghargaan Gubernur

Ia merinci pendapatan dari sektor pariwisata yang dihimpun hingga akhir Oktober lalu. Perolehan pajak restoran yakni sebesar Rp 8,4 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp 9,2 miliar.

“Masa libur panjang selama lima hari yang terjadi pada beberapa hari lalu sangat luar biasa terhadap PAD,” kata Ismail.

Ia menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat oleh pelaku usaha maupun masyarakat, sangat mempengaruhi peningkatan perekonomian.

Untuk itu, pihaknya bakal melakukan pengawasan ketat terhadap pelaku usaha yang ada di Kota Batu dalam menjalankan protokol kesehatan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan massa.

“Sehingga potensi penularan Covid-19 dapat diminimalisir. Itu juga ada Satgas Covid-19 yang terus berkeliling melalui operasi gabungan memberi peringatan,” terang dia.

Sementara itu, dari sisi pajak hotel yang dihimpun hingga akhir Oktober lalu mencapai Rp 14 miliar dari total target yakni Rp 15 miliar. Ia optimis, perolehan pajak akan memenuhi atau paling tidak mendekati target hingga akhir tahun.

BACA JUGA: Realisasikan Kereta Gantung Kota Batu, INKA Kaji Studi Kelayakan dan Jalur

“Kalau tidak salah rata-rata okupansi hotel sudah mulai pulih mencapai 50 persen sehingga mulai ramai kembali. Kekurangannya sekitar Rp 700 juta dari target,” ungkapnya.

Selanjutnya pajak hiburan yang telah dihimpun hingga akhir Oktober sebesar Rp 12 miliar dengan target yang ditetapkan sebesar Rp 14,3 miliar. Ia menyebutkan ada kekurangan sebesar Rp 1,9 miliar dari nilai target. Meski masih menyisakan banyak kekurangan dibandingkan sektor lainnya, diprediksi sampai akhir tahun akan melebih target.

“Ini menjelang tahun baru pasti high season, baik dari sektor hotel, restoran dan hiburan,” katanya. (wok/lna)