Sekali Beraksi, Penipu COD Kota Malang Sikat Dua Korban

  • Whatsapp
penipu COD Kota Malang
Motor milik warga Gadang Kota Malang Jawa Timur yang dibawa kabur penipu COD.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG- Pelaku kriminal di Kota Malang kembali merajalela. Sekali melakukan aksinya, seorang penipu COD Kota Malang langsung menipu dua korban sekaligus. Aksi tersebut sempat viral di media sosial facebook dan mengundang respons warga net.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Nusadaily.com, peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/7/2020) di Jalan Raya Gadang. Saat itu, salah satu korban, bertemu dengan pelaku ketika akan melakukan transaksi COD. Saat itu, tersangka hendak membeli burung kenari sekaligus sangkarnya.

Baca Juga

“Dia ngaku namanya Ari asal Pasuruan. Dia mengajak saya COD di pinggir jalan setelah dapat kontak saya dari kakak. Namun, kakak saya tidak kenal dekat sama Ari ini,” terang Budi Cahyono, 31 warga Klayatan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Setelah datang ke lokasi, Budi membawa sangkar burung kenari yang dijual seharga Rp 300 ribu. Dia tak sadar bakal jadi mangsa penipu COD Kota Malang.

“Ketika sampai di lokasi, Aribini membawa satu orang temannya mengendarai motor Honda Beat warna hitam tanpa nomor polisi,” papar dia.

Kemudian, burung beserta sangkarnya itu langsung diserahkan Ari kepada temannya. Setelah itu, langsung di bawa pergi. “Dia berjanji akan membayar setelah transaksi jual beli sepeda motor selesai,” papar dia.

Sikat Sepeda Motor Warga Gadang

Di lokasi yang sama, Ari ternyata juga membuat janji dengan orang lain untuk melakukan transaksi jual beli motor.

“Seperti setengah digendam, saya menuruti keinginan Ari. Dia meminta antar ke rumah pemilik sepeda motor yang akan dibelinya,” papar dia kepada induk imperiumdaily.com ini.

Sesampainya di rumah pemilik sepeda motor, Ari langsung melihat sepeda motor Suzuki Thunder 250 cc dengan nomor polisi DK 6379 BJ milik Feri, 41 warga Gadang Gang VIII.

“Nah, Ari ini langsung mencoba sepeda motor ini,” lanjut dia.

Ternyata, setelah ditunggu hampir satu jam, Ari tak kunjung datang. Budi senpat menelepon dan mengontak nomor WA Ari.

“Saya sempat mengirim pesan. Ari membalas kalau sepeda motor akan dibawa ke sebuah garasi. Setelah itu saya kirim pesan lagi, ternyata nomor WA-nya sudah tidak aktif lagi,” ungkap dia.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban langsung mendatangi Polresta Malang Kota, untuk membuat laporan.

“Segala laporan polisi yang dibuat oleh masyarakat akan kami proses sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mudah-mudahan pelaku setelah tertangkap,” pungkas Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni.(nda/cak)