Sebelum Dimakamkan dengan Protokol Kesehatan, Keluarga Nenek di Jember Mengamuk

  • Whatsapp
pasien nenek
Proses pemakaman akhirnya lancar usai ketegangan antara keluarga pasien dengan petugas medis. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – JEMBER – Terjadi insiden keributan saat proses pemakaman seorang nenek dengan protokol kesehatan di Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember pada Minggu, 18 Oktober 2020.

Baca Juga

Keluarga dari nenek berinisial M (73) sempat bersitegang dengan petugas medis. Sebab, almarhum divonis terinfeksi virus corona alias positif COVID-19 setelah hanya dirawat selama 2 hari di RSUD Haryoto – Lumajang.

Pihak aparat keamanan yang berada di lokasi melerai pihak yang bertikai dan berupaya mengendalikan situasi. Namun demikian, kepolisian enggan mengungkap penyebab yang memicu keributan.

Kapolsek Jombang, IPTU Kusmianto lebih memilih menjelaskan, kesalahpahaman antara keluarga dengan petugas medis telah berakhir. Pihak keluarga disebutnya bersedia menerima nenek M dimakamkan sesuai prosedur penanganan COVID-19.

BACA JUGA: Dana COVID-19 Jember Belum Banyak yang Bisa Dipertanggungjawabkan

“Pemakaman sudah selesai dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan hal itu sudah selesai dilakukan. Tadi sempat terjadi sedikit ketegangan, namun sudah ditanggani dengan baik dan keluarga lapang dada,” tuturnya.

Sekretaris Desa Padomasan, Abdul Khafid mengakui pihak keluarga nenek M mengamuk karena tersulut emosi.

“Memang ada sedikit miskomunikasi. Penyebabnya, kurangnya informasi dari pihak rumah sakit kepada keluarga. Jadi, ada keluarga emosi sampai mau memakamkan sendiri almarhum,” urainya tanpa detail terkait kekurangan informasi yang dimaksud.

Khafid hanya mengatakan, surat keterangan hasil tes swab yang memastikan nenek M terkena COVID-19 saat ini sudah diberikan oleh pihak rumah sakit kepada keluarga pasien. Setelahnya, keluarga meminta turut menunaikan sholat jenazah dan mengikuti proses pemakaman di makam desa setempat.

Dalam catatan, memang kerap kali terjadi ketegangan tatkala pemakaman pasien yang dinyatakan positif COVID-19. Beberapa waktu lalu, ada keluarga pasien di Kecamatan Kaliwates yang mengamuk hingga berlanjut unjuk rasa ke rumah sakit Bina Sehat.

Selain itu juga, terjadi insiden pelemparan batu ke arah petugas yang memakamkan jenazah maupun warga yang mengurug kembali lubang kuburan yang sudah digali Kecamatan Rambipuji. (sut)

Post Terkait

banner 468x60