Satu Lagi Pasien COVID-19 Kota Reog Ponorogo Sembuh, Sisa 10 Kasus

  • Whatsapp
pasien covid-19 ponorogo sembuh
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-PONOROGO- Satu lagi pasien positif COVID-19 Kota Reog Ponorogo dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang hari ini, Selasa 30 Juni 2020.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan, bahwa pasien nomor 36, yang berasal dari Kecamatan Balong Ponorogo, hari ini dinyatakan sembuh.

"
"

Baca Juga

"
"

“Pasien dirawat selama 11 hari di Surabaya,” tegasnya kepada nusadaily.com.

Pasien ini, lanjut Bupati, memiliki riwayat sakit kanker usus. Atas segala ikhtiar dan seizin Allah, pasien ini sanggup melawan corona dan dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Setelah hasil swabnya 2 kali negatif, dan bisa melanjutkan pengobatan terhadap penyakit kankernya,” ungkapnya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Dengan satu tambahan sembuh di atas, Bupati Ipong berharap, untuk 10 pasien lainnya yang saat ini masih dirawat bisa segera menyusul sembuh dan semoga tidak ada lagi penambahan kasus COVID-19 di Ponorogo.

Dengan demikian kasus COVID-19 di Kab. Ponorogo hingga hari ini sebanyak 43 orang, dengan rincian sembuh ada 31 orang, isolasi Rumah Sakit sebanyak 10 orang dan jumlah meninggal dunia ada 2 orang.

Dengan demikian kasus COVID-19 di Kab. Ponorogo hingga hari ini sebanyak 43 orang, dengan rincian sembuh ada 31 orang, isolasi Rumah Sakit sebanyak 10 orang dan jumlah meninggal dunia ada 2 orang.

Keterangan Bupati Ipong

Sebelumnya, Kasus positif Corona di Kota Reog Ponorogo kembali bertambah. Hari ini, Senin 29 Juni 2020 tercatar bertambah 4 kasus. Sedangkan pasien sembuh Corona bertambah satu orang.

Dikutip Nusadaily.com dari keterangan pers Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, ia mengatakan dengan penuh keprihatinan. “Hari ini, terdapat penambahan 4 kasus baru COVID-19. Tiga di antaranya merupakan kasus impor dari Surabaya,” terang Bupati.

Pasien pertama lanjutnya, perempuan, 48 tahun, asal Desa Ngrayun. Datang dari Surabaya tanggal 23 Juni 2020 lalu. Selama ini bekerja di Surabaya, majikannya meninggal karena COVID-19. Sepulang dari Surabaya langsung swab untuk pemeriksaan PCR dan hari ini didapatkan hasil positif. Sejak datang dari Surabaya, ia melakukan isolasi mandiri.

Kedua, juga teridentifikasi sebagai perempuan, usia 51 tahun asal Ronowijayan, Kecamatan Siman. “Seorang ibu rumah tangga, namun aktif bersosialisasi,” terangnya.

Pada tanggal 24 Juni, ia melakukan rapid test karena akan pergi ke Palangkaraya, didapatkan hasil reaktif. Kemudian dilakukan swab untuk pemeriksaan PCR, dan hari ini didapatkan hasil positif.

“Ibu ini sangat aktif bersosialisasi. Dalam 2 minggu terakhir sempat mengikuti acara arisan, pertemuan makan-makan bersama, dan kegiatan lain. Sehingga kami temukan tracing lebih dari 30 orang, yang akan dijadwalkan pemeriksaan swab dan rapid test,” terangnya.(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60