Satpol PP Kota Malang Beri Sanksi Tipiring PKL dan Toko Modern yang Langgar Aturan

  • Whatsapp
sanksi PKL
Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi. (istimewa)
banner 468x60

MALANG – Selama masa pandemi covid-19, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang memberikan sanksi berupa tindak pidana ringan (tipiring) terhadap sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan toko modern yang melanggar aturan.

“Selama masa pandemi, kami masih melakukan operasi rutin, yakni untuk menertibkan PKL,” terang Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi kepada Nusadaily.com belum lama ini.

Baca Juga

Pria berkacamata tersebut menguraikan, di sejumlah tempat masih banyak PKL yang nekat berjualan meski melanggar aturan.

“Masih banyak yang curi-curi (untuk berjualan). Ketika petugas pergi, biasanya mereka datang lagi. Lokasi yang paling sering di sekitar Jalan Raden Intan, tepatnya di depan kantor Taspen,” papar dia.

Selain itu, lanjut dia, masih banyak PKL yang kerap berjualan di sekitar trotoar, umumnya di dekst tempat pemberhentian bus di kawasan yang sama.

“Kalau sudah terkena terguran berkali-kali, para PKL yang melakukan pelanggaran ini harus bayar denda kepada jaksa. Selama ini, masih sekitar Rp 100 Ribu. Kalau sudah berkali-kali, dendanya dinaikkan saja sebagai efek jera,” tegas dia.

BACA JUGA: Satpol PP Kota Mojokerto Beri Reward Masyarakat yang Tertib Masker

Selain melakukan penertiban PKL, Satpol PP Kota Malang juga memberikan peringatan terhadap sejumlah toko modern yang nekat membuka gerainya tanpa mengantongi izin.

“Kalau terkait toko modern, rata-rata mereka terkena peringatan lantaran belum memiliki izin,” kata dia.

Tahun ini, setidaknya ia memberikan peringatan terhadao dua toko modern yang terletak di sejumlah titik di Kota Malang.

“Selama masa pandemi ini, kami berikan peringatan dan sanksi tipiring, tidak sampai penutupan. Di kawasan Klojen dan Mayjend Sungkono sudah kami beri peringatan karena tidak mematuhi aturan Perda,” tandas dia.(nda/lna)