SAR Dog Jawa Timur Lakukan Pelatihan Dua Hari

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Tim SAR Dog Jawa Timur melakukan pelatihan selama dua hari di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang selama dua hari.

Hal itu dilakukan seiring dengan meningkatnya beberapa bencana alam dan non alam yang terjadi saat ini. Tentunya kerja tim SAR Dog akan sangat membantu, seperti apa yang dilakukan di bencana longsor Nganjuk beberapa waktu yang lalu.

Jakarta Rescue ini merupakan NGO (Non profit Government Organization) yang diakui keberadaannya oleh International search and rescue di kawasan Asia Pasific. Jakarta Rescue juga menaungi SAR Dog Jawa Timur menggelar pelatihan bagi para anggota barunya.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, mulai hari ini, Sabtu (27/2/2021) hingga Minggu (28/2/2021) di Pantai Balekambang Kecamatan Bantur Malang. Untuk proses rekruitmentnya dilakukan langsung oleh Ketua SAR and Rescue Dog Jawa Timur.

“Kami hari ini dan besok sedang melakukan pelatihan bagi anggota baru. Ada sekitar 20 orang dan 10 orang lainnya anggota lama yang kita review kembali kemampuan cepat tanggapnya,” kata Pengarah BNPB Jajaran Pelindung SAR Dog Jawa Timur R. Hadianto Wardjaman, hari ini, Sabtu (27/2/2021).

Kegiatan ini dilakukan juga sebagai apresiasi kepada anggota, lantaran kemarin berhasil melakukan pencarian terhadap korban hilang atas peristiwa longsor di Kabupaten Nganjuk.

“Kejadian di Nganjuk tengah bulan lalu, membuat kami bangga dengan para anggota SAR and Rescue Dog Jatim ini. Memang latar belakang mereka Pramuka, dari Saka Bahari dan Saka Bhayangkara jadi ya memang cukup handal,” pungkasnya.

Selain itu, untuk membekali pesertanya, pelatihan kali ini juga dilengkapi 11 materi guna menambah ilmu ketangkasan dan kompeten bagi seluruh peserta. Tidak lupa, acara ini berlangsung tetap pada koridor protokol kesehatan ketat lantaran masih dalam Pandemi Covid-19.

“Kedepannya, setelah pelatihan ini akan kami jadikan sebagai hunter orang hilang, helper, supervisi hingga manager,” tandasnya.

Hadi berharap untuk dimasa yang akan datang, akan ada generasi muda yang handal, profesional dan ahli dalam bidangnya. Sesuai kompetensi yang dimilikinya.

“Dengan tenaga yang profesional, semoga dapat mengurangi resiko bencana alam di Jawa Timur dan membuat masyarakatnya lebih merasa yakin akan terbantu jika ada bencana alam,” bebernya.

Terakhir, Hadi juga menyampaikan proses pelatihan saat ini tidak ada kendala dan seluruh peserta sangat tinggi kemauan dan motivasinya sehingga dapat diandalkan. (aje/kal)