Santri Tiga Ponpes Tulungagung Terkonfirmasi COVID-19, Tiada Lockdown Lokal

  • Whatsapp
Santri tiga Ponpes Tulungagung
Wakil Juru Bicara GTPP COVID-19 Tulungagung, Galih Nusantoro menunjukkan lokasi sebaran COVID-19 di wilayahnya.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM-TULUNGAGUNG- Santri tiga Ponpes Tulungagung terkonfirmasi COVID-19. Hal ini berdasarkan rilis resmi yang disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung.

Baca Juga

BACA JUGA: 31 Santri Positif Covid-19, Ponpes Al Izzah Jadi Klaster Baru Kota Batu

Ketiganya adalah MSZ warga Kecamatan Karangrejo, ZSS warga Kecamatan Pakel yang dirilis pada 16 September 2020. Dan LSA warga Kecamatan Boyolang yang dirilis pada 19 September 2020.

Mereka bertiga berasal dari tiga pondok pesantren yang berbeda di Kabupaten Tulungagung. Ketiganya menjalani rapid test sebagai syarat untuk bisa kembali menjalani aktivitas di dalam pondok pesantren.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kasi Pontren Kemenag Tulungagung, Supriyono mengaku baru mendengar informasi satu santri saja yang terkonfirmasi COVID-19. Sedangkan lainnya pihaknya belum mendengar.

“Saya baru satu yang dengar pak, yang di salah satu pesantren yang dulu dikunjugi pak Bupati itu, lainnya saya belum dapat informasi, ” ujarnya dikonfirmasi soal Santri tiga Ponpes Tulungagung.

Supriono menjelaskan, pihaknya telah meminta keterangan tempat LSA mondok. Hasilnya dipastikan bahwa mulai bulan Juli 2020, LSA pulang dari pondok dan tinggal di rumahnya. Kemudian, ia terjaring saat menjalani rapid test untuk syarat masuk kembali ke Pondok.

Pihaknya memastikan dalam rentang waktu tersebut yang bersangkutan juga tidak masuk kembali ke Pondok untuk melakukan aktivitas lain. Sehingga kemungkinan besar yang bersangkutan tertular saat berada di rumah.

“Jadi sejak Juli itu LSA ini sudah pulang ke rumah dan tidak ke pondok lagi. Baru ini mau masuk lagi ke Pondok makanya ikut rapid test dan terkonfirmasi COVID-19,” ungkapnya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Atas dasar tersebut, pihaknya bersama dengan pengurus Pondok, memastikan tidak perlu melakukan lockdown lokal di lingkungan pondok. Pihaknya juga mempersilahkan Pondok untuk beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan.

Lokasi Santri Positif di Luar Ponpes

“Jadi Pondok tetap bisa beroperasi, ndak ada masalah karena lokasi peyebarannya bukan di Pondok,tentu dengan protokol kesehatan yang harus dilaksanakan,” ucapnya.

Masih menurut Supriono, wajib bebas COVID-19 menjadi syarat yang harus dipenuhi santri sebelum kembali menjalani aktivitas mereka di Pondok. Selain itu penerapan protokol kesehatan di Pondok juga dilaksanakan dengan ketat untuk meminimalkan potensi penyebaran COVID-19.

“Memang ini salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi oleh santri sebelum kembali ke pondok, sebagai langkah antisipasi,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Juru Bicara GTPP COVID-19 Tulungagung, Galih Nusantoro memberi statement. Saat ini pihaknya terus mendalami temuan tersebut dengan melakukan tracing kepada kontak erat yang bersangkutan.

“Kita masih terus lakukan tracing, untuk melihat potensi penyebarannya,” pungkas Galih.(fim/cak)

Post Terkait

banner 468x60