Sakit Hati Dihalangi Balap Liar, Dua Pemuda Lempari Mobil Polisi dengan Batu

  • Whatsapp
pemuda malang
DITANGKAP: Dua tersangka yang melempari batu mobil polisi dirilis Polresta Malang Kota, Senin (8/3/2021).(Amanda Egatya/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Dua pemuda, yakni Muhammad Fahmi (22) warga Kota Batu dan Dikna Yanuar (23) warga Perum Permata Jingga, Kota Malang harus mendekam di balik jeruji besi. Keduanya ditahan lantaran melakukan pengerusakan terhadap sejumlah mobil polisi yang mengakibatkan kaca pecah dan penyok di beberapa bagian tubuh mobil.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengungkapkan, petistiwa tersebut terjadi pada Minggu (7/3/2021) dini hari. Saat itu, sejumlah anggotanya sedang melakukan patroli blue light untuk mengantisipasi adanya balap liar.

Baca Juga

BACA JUGA: Minimarket di Malang Kemalingan, Rokok dan Ponsel Disikat

“Dalam operasi tersebut, kami berkeliling ke beberapa titik. Seperti di Jalan Soekarno-Hatta, GOR Ken Arok, Jalan Ciliwung dan sekitarnya,” terang dia dalam rilis resmi, Senin (8/3/2021).

Ketika sedang melakukan patroli di kawasan Soekarno-Hatta, anggota polisi membawa tiga kendaraan dinas. Diantaranya, dua kendaraan dinas patroli satsabhara dan satu kendaraan dinas Pam Ovit Satsabhara. Disana, anggota polisi menemukan kendaraan jenis Brio dengan nomor polisi N 1741 KS yang akan melakukan balap liar.

“Ketika akan balap liar, langsung dihentikan oleh anggota kepolisian. Saat itu, pengemudi hendak kabur. Pengemudi memundurkan mobilnya dan menabrak mobil dinas kami (mobil dinas pamovit). Kemudian, ia berhasil kabur,” kata Leo.

Setelah berhasil kabur, pengemudi tersebut sempat pulang ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Kemudian, ia mengambil sepeda motor CB tanpa plat nomor untuk kembali mencari mobil polisi.

“Dia merasa sakit hati karena dihalangi balap liar. Akhirnya, DY mengambil sepeda motor tanpa plat nomor, agar tidak mudah dideteksi petugas. Kemudian, ia keluar lagi untuk mencari mobil patroli kami,” papar dia.

Setelah keluar, tersangka mendapati mobil dinas polisi yang saat itu sedang patroli di depan Indomaret Soekarno-Hatta.

“Kemudian, MF melempari mobil dinas dengan batako. Akibatnya, kaca mobil belakang pecah (berlubang). MF mengaku disuruh DY untuk melakukan pelemparan itu. Setelah melempar batu, pelaku kabur. Anggota (polisi) sempat melakukan pengejaran,” jelas dia.

Setelah dilakukan pengejaran, polisi akhirnya menemukan tersangka yang bersembunyi di rumahnya.

“Setelah itu, kami langsung melakukan penangkapan,” tegas Leo.

Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka dikenakan pasal berlapis. Untuk tindak pidana, dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

BACA JUGA: Makan di Food Court Mal Kota Malang, Mahasiswi Kena Gendam

“Sementara, untuk pelanggaran lalu lintas, dikenakan pasal 310 juncto pasal 312 dengan ancaman hukuman maksimal tiga tahun penjara,” tandas dia.

Leo menambahkan, dalam pelanggaran pidana maupun lalu lintas, pihaknya tidak akan tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum.

“Kami tidak tebang pilih dalam memberikan tindakan tegas dalam pelanggaran hukum,” pungkas dia.(nda/lna)