Rumah Ibunda Mahfud MD di Pamekasan Dijaga Banser dan Polisi Pasca Digeruduk Massa Berpeci

  • Whatsapp
Rumah Ibunda Mahfud MD
Ketua PC GP Ansor Pamekasan Syafiuddin. (duta.co)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PAMEKASAN – Rumah Ibunda Menkopolhukam Mahfud Md di Kelurahan Bugih, Kota Pamekasan, Madura, digeruduk hampir seratusan massa pendukung Habib Rizieq Shihab, kemarin Selasa 1 Desember kemarin. Pasca kejadian, polisi dan banser melakukan penjagaan ketat di lokasi.

“Ke depan kita masih melakukan langkah pengamanan secara terbuka kita lakukan dan tertutup di kediaman Ibunda bapak Mahfud,” kata Truno di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (2/12/2020).

Baca Juga

Truno menambahkan ada sekitar 12 personel yang melakukan penjagaan secara terbuka dan tertutup di lokasi. Penjagaan ini untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan.

Tak hanya itu, Truno menyebut pihaknya juga telah melakukan penjagaan di kediaman Ibunda Mahfud Md sejak 12 November lalu. Saat kejadian berlangsung, polisi juga berada di lokasi dan menertibkan massa.

“Sebelumnya sejak tanggal 12 November yang lalu rumah tersebut sudah dijaga secara terbuka maupun tertutup oleh Polres Pamekasan,” ungkap Truno.

“Saat kejadian betul, ada durasi 32 detik dalam video kejadian tersebut. Namun, fakta kejadian di lapangan sekitar 5 menit, aksinya spontan, mereka turun dari kendaraan dan meneriakkan. Kemudian secara preemtif dan preventif dapat ditangani dan Kapolres turun tangan langsung dan diimbau kembali ke kendaraan masing-masing,” pungkasnya.

Sebelumnya, kediaman Ibunda Menkopolhukam Mahfud Md di Pamekasan, Madura didatangi massa. Massa menyatakan aspirasinya jika kontra dengan pernyataan Mahfud Md terkait permasalahan hasil tes swab COVID-19 Habib Rizieq Shihab.

Video kedatangan puluhan massa ini viral di aplikasi percakapan. Dalam video berdurasi 28 detik ini, nampak massa didominasi laki-laki. Puluhan massa ini terlihat menggunakan busana muslim, mulai dari baju koko, sarung, lengkap dengan kopyah dan serban.

“Rumah Mahfud MD yang di Madura, Pamekasan digerebek massa,” ucap salah seorang dalam video yang dilihat detikcom di Surabaya, Senin (1/12/2020).

Selain itu, dalam video juga terdengar massa yang berteriak-teriak meminta Mahfud MD untuk keluar dari rumahnya. “Mahfud, Mahfud keluar Mahfud,” teriak massa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mahfud MD menyayangkan sikap Habib Rizieq Shihab yang menolak dilakukan penelusuran kontak. Padahal, Mahfud Md menyebut Habib Rizieq melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19.

“Kami sangat menyesalkan sikap saudara Muhamad Rizieq Syihab yang menolak dilakukan penelusuran kontak, mengingat yang bersangkutan pernah melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19,,” kata Mahfud melalui siaran YouTube BNPB, Minggu (29/11/2020).

Tak hanya itu, Mahfud menegaskan pihak pemerintah akan mengambil tindakan tegas bagi siapapun yang melanggar ketentuan tersebut. Bahkan bagi siapapun yang menghalang-halangi petugas dalam melaksanakan tugas pelaksanaan tersebut bisa dikenakan hukuman berdasarkan Pasal 212 dan Pasal 216 KUHP.

“Pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi siapapun yang melanggar ketentuan, yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Terkait dengan itu maka pemerintah juga menegaskan akan terus dilakukan proses-proses hukum, sesuai dengan hukum yang berlaku demi kebaikan bersama, dan dalam rangka tugas negara atau tugas pemerintah untuk melaksanakan upaya pencapaian tujuan negara,” ujar Mahfud. (kal)

Post Terkait

banner 468x60