Ruang Operasi COVID-19 di Jember Terbakar Akibat Kerusakan Alat Saring Virus dan Bakteri

  • Whatsapp
dr. Hendro Soelistijono, Direktur Utama RSD dr. Soebandi. (nusadaily.com/ Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Salah satu ruang operasi pasien COVID-19 di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi – Jember mengalami kebakaran. Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.15 WIB dini hari pada Rabu, 27 Januari 2021.

Pemicu kebakaran diduga akibat konsleting pada alat hepa filter portabel yang berfungsi untuk menyedot atau menyaring virus dan bakteri di alam ruang operasi.

“Alatnya itu untuk mensterilisasi ruang operasi pasien COVID-19. Kemungkinan alatnya rusak, karena memang dipakai terus,” ujar dr. Hendro Soelistijono, Direktur Utama RSD dr. Soebandi kepada nusadaily.com saat memberikan keterangan.

Beruntung, kebakaran tidak sampai meluas setelah petugas rumah sakit memadamkan sumber api. Menurut Hendro, pihaknya kemudian meminta bantuan pemadam kebakaran lantaran masih ada asap yang terus mengepul kendati api telah padam.

Berdasarkan keterangan paramedis, Hendro menceritakan, hepa filter terbakar setelah digunakan untuk operasi. Adapun prosedur pemakaian alat tersebut memang harus tetap dihidupkan selama 1 jam supaya dapat terus menyedot virus dan bakteri di dalam ruangan. Ditengah upaya seterilisasi itulah, hepa filter terbakar.

Kemungkinan hepa filter mengalami konsleting. Namun, guna mengetahui pasti penyebab kebakaran, Hendro meminta agar diperiksa lebih lanjut oleh pihak penyedia alat tersebut. Apalagi, usia hepa filter yang terbakar masih tergolong baru.

“Padahal, belum ada setahun kami beli sekitar 6 bulan lalu. Mungkin alatnya kepanasan, karena sering dipakai. Kami langsung panggil vendornya untuk memeriksa dimana letak pasti kerusakannya,” ucapnya menjelaskan.

Hendro menegaskan, kebakaran tidak sampai mengganggu operasi pasien COVID-19 selanjutnya. Pasalnya, RSD dr. Soebandi memiliki banyak ruangan operasi lagi lengkap dengan peralatan serupa yang masih bisa digunakan.

“Kami punya banyak hepa filter, sehingga pelayanan operasi lainnya tidak sampai terhambat. Kalau untuk ruangan yang terbakar, kami upayakan satu dua hari bisa selesai diperbaiki dan dapat dipakai lagi,” pungkasnya.

RSD dr. Soebandi adalah rumah sakit tipe B Pendidikan, yang menjadi terbesar di Kabupaten Jember, dan salah satu dari rujukan penanganan pasien COVID-19. Keberadaannya sangat penting karena juga menangani pasien dari sejumlah daerah sekitar, termasuk Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang. (sut/kal)