RSLI Surabaya Tangani Pasien Covid-19 Hasil Penyekatan Suramadu

  • Whatsapp
rsli surabaya
RSLI Surabaya.

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV, mengatakan pasien kasus Covid-19 Bangkalan hasil testing penyekatan Suramadu, bisa ditangani di RSLI.

Testing dimulai sejak Minggu sore, malam dan hingga siang ini, sudah 13 orang dari hasil tracing Suramadu dikirim dan dirawat di RSLI.

Bacaan Lainnya

Ada 10 orang dengan CT value hasil PCR swab di bawah 25 sehingga akan dikirim untuk konfirmasi lebih lanjut karena dugaan varian baru Covid-19.

“Siang ini ada daftar tunggu (inden ) 10 orang akan segera masuk. Jumlah itu akan terus bertambah. Daya tampung RSLI 400 bed, sekarang terisi 110 pasien. Masih ada space 290 orang,” ujar Nalendra.

Jika pasien sudah 300 an, sesuai ketentuan WHO disebut penuh (70% kapasitas bed,red). Namun tentunya akan dilakukan langkah lanjutan dan
RSLI telah meminjamkan 50 bed untuk penanganan kasus bangkalan dan penyekatan Suramadu.

Di sisi lain, data dari Relawan Pendamping RSLI sudah 12.776 orang pekerja migran Indonesia (PMI) masuk Jatim, berasal dari Malaysia, Singapura, Hongkong dan Brunei.

Bahkan RSLI sudah mulai menerima 1 pasien dari PMI dari Turki, artinya gelombang kedatangan dari Timur Tengah sudah mulai masuk, dan tetap perlu diwaspadai.

“Dari jumlah itu yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan dikirim ke RSLI sejumlah 151 orang. Dan sesuai Peraturan Kemenkes terbaru, mereka yang positif Covid-19 akan dilakukan penyembuhan dan isolasi minimal 14 hari, tegantung kondisinya (termasuk tes PCR negatif) dan akan dinyatakan sembuh dalam kewenangan DPJP,” bebernya.

Mengantisipasi varian baru, RSLI terus mengirimkan sampel untuk yang diduga terpapar varian baru, (Jika CT Value di bawah 25). Validasi varian baru atau bukan dinyatakan lembaga yang berwenang yaitu ITD dan Balitbangkes Jakarta pusat.

RSLI merawat Covid-19 varian baru yakni B.117 dan B.1351. Kini sampel sudah dikirim ke 5+32 sampel ke Balitbangkes dan 11 sampel ke ITD Kampus C Unair. Total 48 Sampel dan baru dikirimkan hasil berupa 5 spesimen dengan hasil negatif (tidak ada varian baru).

Rencana selanjutnya dikirim 10 sampel baru. Sehingga total yang dikirimkan menjadi 58 sampel.

“Banyak kota di Indonesia semisal Cilacap, Kudus, Lamongan,dan Bangkalan meledak kasusnya dan, menjadikan kita lebih waspada dan mawasdiri,” imbuhnya.

Kata dia pandemi Covid belum berakhir,dan malah ada indikasi menuju second wafe (serangan gelombang kedua).

“Semua stakeholder harus bahu membahu mengatasinya. Edukasi harus tetap dijalankan. Kami minta peran kawan-kawan media turut serta membantu memberikan informasi dan edukasi bagi masyarakat dalam memahami dan menanggulangi Covid-19,” tegasnya.(ima/lna)

Pos terkait