Rekanan Temui Bupati Jember, Pansus: Tidak Usah Dibayar Garapan Wastafel COVID-19 Buruk

  • Whatsapp
bupati jember
Temuan Pansus COVID-19 di Kecamatan Bangsalsari wujud wastafel tanpa dilengkapi instalasi air. (nusadaily.com/ Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Perwakilan dari 11 organisasi penyedia barang dan jasa menemui Bupati Jember, Hendy Siswanto. Salah satu hal yang dibahas mengenai masalah pengadaan wastafel dari anggaran COVID-19 tahun 2020 lalu yang belum terbayarkan hingga sekarang.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) COVID-19 DPRD Jember, David Handoko Seto merespons hal itu dengan mengatakan, semestinya rekanan tidak segampang itu mengajukan pembayaran karena banyak aspek yang harus dikaji terlebih dahulu.

Baca Juga

“Ini menyangkut uang negara. Temuan Pansus banyak sekali masalah di pengadaan wastafel. Kalau kami inginnya rekanan tidak usah dibayar karena garapan wastafel COVID-19 buruk, sangat buruk bahkan,” seloroh David ke wartawan, Kamis, 15 April 2021.

BACA JUGA: Zonk Rp25 Miliar, Perumdam Jember Tanpa Kucuran Penyertaan Modal Tahun Ini

Menurut dia, problem awal pengadaan wastafel adalah berkaitan dengan anggaran refocusing setahun lalu, saat masa pemerintahan masih dikendalikan mantan Bupati Jember Faida. Di samping itu, rekanan dipilih melalui penunjukan langsung oleh Satuan Tugas COVID-19.

Temuan Pansus di lapangan dengan berkunjung ke ratusan sekolah, ternyata hasil pekerjaan yang dilakukan rekanan sangat tidak sesuai harapan. “Logikanya, kalau minta dibayar seharusnya pekerjaannya benar, bukan asal-asalan,” tuturnya.

David mencontohkan, peristiwa ambruknya menara tandon air di SDN Kramat Sukoharjo 03, Kecamatan Tanggul yang digarap CV Karya Jaya pertengahan Maret lalu merupakan contoh paling nyata buruknya garapan paket proyek wastafel COVID-19.

Penelusuran Pansus, sejumlah sekolah di Kecamatan Puger pengerjaan tandon hanya berupa pondasi cor beton tanpa dilengkapi menara dari rangkaian besi maupun penampung air diatasnya. Sehingga teronggok begitu saja.

Begitu juga yang di Kecamatan Bangsalsari terlihat ada tandon lengkap dengan wastafel, tapi tidak disertai instalasi pipa air. Bahkan, kran sudah tidak berfungsi baik karena berkarat. Selain itu, pengelasan rangkaian besi tempat wastafel tidak mengait secara kuat.

“Masih banyak yang garapannya buruk seperti itu. Kami sudah mengumpulkan semua daftar rekanannya sekaligus titik lokasi. Datanya sedang dirapikan. Buat apa? Sebagai bahan bagi Pansus mengantisipasi kalau ada pejabat Pemkab Jember yang bermain dengan rekanan. Jika main-main asal bayar padahal buruk, maka siap-siap saja,” kata David.

Legislator Partai NasDem ini khusus menyampaikan kepada Bupati Hendy agar berhati-hati dalam menerima informasi dari pejabat terkait yang ingin bersekongkol dengan rekanan. Hal ini bertujuan supaya tidak keliru dalam mengambil kebijakan anggaran.

BACA JUGA: PDIP Jember Tengarai Motif Janggal di Balik Proyek Jalan Multiyears Rp664,8 Miliar

Menurut David, banyak masalah yang perlu dicermati mengenai anggaran COVID-19. “Dananya Rp479,4 miliar, dikelola dengan skema biaya tidak terduga karena sedang terjadi bencana. Artinya, tahun 2020 lalu anggaran jelas tersedia, mengapa sampai tidak terbayar saat itu juga?,” paparnya.

Mengenai pertemuan Bupati Hendy dengan organisasi penyedia barang jasa dalam rangka audiensi terjadi pada tanggal 4 April 2021. Diantara asosiasi yang hadir yakni, Aspekindo, Aksi, Gabpkin, Garansi, Gapeksi, Gapeksindo, Gabpeknas, Apaksindo, Aksindo, Askonas, dan Gapkaindo. (sut)