Rayakan Hari Raya Galungan Tetap Terapkan Prokes Ketat

  • Whatsapp
Hari Raya Hindu Galungan
LAKUKAN IBADAH: Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan di Kota Malang dengan protokol kesehatan ketat. (FOTO: Amanda Egatya/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan, Rabu (16/9). Di Kota Malang, kegiatan ibadah tersebut dilakukan di Pura Luhur Dwijaharsa Gunung Buring, Kelurahan Lesanpuro dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Sejak pagi, ratusan umat Hindu mulai berdatangan. Sebelum memasuki Pura, setiap umat wajib mengikuti protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan hingga mengecek suhu tubuh menggunakan thermo gun. Bahkan, selama pelaksanaan ibadah, jarak antar umat juga diterapkan.

"
"

Baca Juga

"
"

“Selain itu, prosesi sembahyang juga dilakukan secara bergantian. Kegiatan ini dimulai hingga pukul 09.00 pagi,” terang Pemangku Pura Luhur Dwijawarsa, I Ketut Sidarta.

Ketut menjelaskan, meski dengan protokol kesehatan yang ketat, perayaan Hari Raya Galungan tersebut harus dimaknai sebagai kemenangan atau Dharma.

“Hari raya ini sebagai salah satu momen peringatan terciptanya bumi ini. Sehingga, sebagai manusia harus mengutamakan akal budinya dalam menjalani kehidupan dan menjaga keseimbangan alam semesta raya,” jelas dia.

Dia menjelaskan, Hari Raya Galungan yang dirayakan setiap enam bulan sekali berdasarkan kalender Caka tersebut juga harus dimaknai dengan menerapkan Satya.

“Yakni harus disiplin dan jujur pada diri sendiri untuk selalu memelihara kesehatan raga. Serta, harus melakukan kewajiban dengan sebaik-baiknya,” lanjut dia.

Serta, setiap umat harus bisa menjaga ekosistem yang ada di seluruh bumi ini. “Sebab, galungan sendiri berarti kemenangan, baik kemenangan diri sendiri maupun makhluk lain yang harus dijaga dan dilestarikan,” pungkas dia. (nda)

Post Terkait

banner 468x60