Ranperda Minuman Beralkohol di Kota Malang Akan Disahkan

  • Whatsapp
Pasien RSSA
Wali Kota Malang, Sutiaji
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Malang terntang minuman beralkohol (minol) akan segera disahkan. Namun, beberapa tahun terakhir, Wali Kota Malang melakukan moratorium izin minol dan tidak akan dicabut begitu saja. Meski di dalam Ranperda tersebut sudah dijelaskan terkait penjualan minol dengan beberapa catatan.

“Memang dalam Perda diperbolehkan, tapi yang menentukan kami,” tegas dia.

Baca Juga

Sutiaji menguraikan, pihaknya sama sekali tidak melarang penjualan minol. Namun, tetap harus sesuai dengan aturan hukum yang ada, yang nantinya akan tertuang dalam Perda tersebut.

“Setiap pelaku usaha harus jujur dengan semua produk minol yang dijual sebagaimana izin yang dibuat. Sebab, dalam ketentuannya, kadar alkohol yang dijual harus sesuai dengan kualifikasi yang ada,” papar dia.

Dia menambahkan, jika nantinya minol diizinkan sebagaimana aturan yang dibuat dalam Perda Minol, penjualan akan tetap mendapat pembatasan. Sehingga tidak semua bisa memperjual belikan minuman beralkohol tersebut.

“Kota Malang ini Kota Pendidikan. Harus dilihat segi manfaat dan mudharatanya,” imbuh dia.

Sebelumnya, Ketua Pansus Ranperda Minol Kota Malang, Rokhmad menambahkan, dalam Perda Minol yang baru, hanya ada beberapa tempat saja yang diberi izin menjual minol. Seperti hotel berbintang, restoran, kafe hingga bar.

“Jika peredaran minol terus dimoratorium itu juga susah. Sebab, Kota Malang penduduknya juga beragam dan memiliki pandangan tersendiri terhadap minol. Tapi aturan ini dibuat agar peredarannya dibatasi, dan nggak dikonsumsi sembarangan di pinggir jalan misalnya,” kata dia.

Selain itu, jarak tempat penjualan minol akan diatur lebih ketat lagi. Utamanya, terkait jarak penjualan minol.

“Lokasi penjualan minol tak boleh berdekatan dengan tempat beribadah dan lembaga pendidikan,” papar dia.

Jika ada perusahaan atau tempat penjualan minol yang masih berdekatan dengan tempat ibadah atau lembaga pendidikan, nantinya akan diminta untuk pindah.

“Untuk jarak kemarin masih jadi perdebatan. Sementara disepakati 500 meter dari pusat pendidikan dan tempat ibadah,” imbuh dia.

Tak hanya itu, di dalam ranperda minol juga disebutkan jika minol yang diedarkan hanya pada kualifikasi tertentu saja. Mulai dari kategori A hingga D untuk menentukan kadar alkohol yang boleh disediakan.

“Serta, ada penjelasan terkait sanksi yang diberikan bagi yang melanggar. Mulai dari tipiring hingga denda maksimal Rp 50 Juta,” pungkas dia.(nda/lna)

Post Terkait

banner 468x60