Rancangan Awal RPJMD Kota Malang 2018-2023 Disepakati Legislatif

  • Whatsapp
kota malang
Penandatamganan RPJMD Kota Malang tahun 2018-2023.(istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Rancangan Awal Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang tahun 2018-2023 telah disepakati legislatif. Adanya perubahan tersebut dilakukan secara menyeluruh secara nasional lantaran pandemi Covid-19.

“Secara otomatis, karena ini dilakukan secara nasioanl. Pagu-pagu indikatif berubah. Target pendapatan juga berpengaruh, selama setahun ini kan menurun. Mau tidak mau itu beroengaruh terhadap asumsi capaian kinerja di tahun 2020,” terang Wali Kota Malang, Sutiaji, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga

BACA JUGA: Pilot Project Vaksinasi, Pemkot Malang Canangkan Skema Drive Thru

Padahal, lanjut dia, semua target harus disesuaikan dengam RPJMD. Berkaitan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi, pihaknya berharap ada dorongan guna tetap mencapai target yang diinginkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

“Kamu diingatkan (berkaitan dengan pemulihan ekonomi), tapi juga tetap optimis pendapatan nanti akan tercapai. Nanti dilihat teknisnya,” tandas dia.

Sutiaji menambahkan, pihaknya masih optimis meski pendapatan diasumsikan turun.

“Namun, kenyataannya saat ini kami tekankan percepatan intensifikasi. Ini menjadi penguatan agar RPJMD tidak turun terlalu drastis karena pandemi. Semakin kita percepatan, imbuhnya, semakin akses keuangan daerah semakin kita kuatkan,” pungkas dia.

Sementara itu, Ketua fraksi PDI-Perjuangan, Eko Herdianto menambahkan, dalam masa pandemi Covid-19, harus dilakukan peningkatan peluang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Peluang bagi UMKM dengan berbagai stimulus dalam kondisi pandemi harus bersifat tuntas, dan bisa menekan silpa seminimal mungkin dalam perubahan RPJMD 2018-2023,” papar dia.

BACA JUGA: Pemkot Malang Siapkan Rp 11 Miliar, Sulap TPA Jadi Destinasi Wisata Kreatif Baru

Sedangkan, Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi berharap, Pemkot Malang melakukan penanganan lebih jeli dan menjadi prioritas utama.

“Seharusnya solusi mandeknya ekonomi menjadi prioritas utama, demikian juga kesehatan juga fokus utama sampai pandemi berakhir,” tandas dia.(nda/lna)