Pupuk Subsidi Dikurangi, Siap-Siap Ekonomi Magetan Terganggu

  • Whatsapp
pupuk bersubsidi magetan
Petani Magetan tengah menebar pupuk di lahannya. Foto: Riyanto/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MAGETAN- Para petani di Kabupaten Magetan terhambat dalam bercocok tanam. Penyebabnya, pupuk subsidi justru dikurangi oleh pemerintah. Ratusan hektar tanaman palawija dan padi terancam tidak dapat tumbuh maksimal. Akibat petani sulit mendapatkan pupuk subsidi.

BACA JUGA: Pandemi, Semangat Bertanam Petani Tinggi, Pupuk Subsidi Tidak Mencukupi

"
"

Baca Juga

"
"

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Magetan Edi Suseno. Bahwa alokasi pupuk dari pemerintah memang lebih sedikit dari tahun lalu. Jika tahun lalu saja merasa kurang, sekarang lebih parah lagi.

Lebih lanjut dia mengatakan, Ini terjadi di hampir setiap wilayah di Jawa Timur. Masalahnya, sebagian kecil petani masih menuntut jatah pupuk sesuai keinginan. Dan ketika jatahnya tidak mencukupi, petani mengatakan bahwa pupuk langka.

” Tetapi Alhamdulillah,sebagian besar petani menyadari keterbaasan atah pemerintah, dan menerima sesuai jatahnya,” paparnya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Mendasar dari hasil cek di lapangan, sesuai laporan kios dan kelompok tani, sebagian besar sudah disalurkan sesuai jatah. Dan petani menerima kondisi tersebut. Ada yang tidak terima, karena ingin memupuk sesuai keinginan, tetapi pupuknya yg tidak tersedia. Diakuinya meski petani mencari sampai keluar desa. Tapi kondisinya sama. Karena jatah dari pemerintah sama, turun semua sama sama dikurangi.

Diantanya langakah apa yang dilakukan Pemerintah untuk mencukupinya, Dia mengaku sudah minta tambah ke pusat, namun hingga hari ini belum ada jawaban.

“Tergantung pusat,” tegasnya.

Dintanya soal anggaran apakah dicadangkan untuk penanganan COVID-19, sehingga ketersediaan pupuk di Jawa Timur khususnya Magetan tidak dapat mecukupi kebutuhan pupuk subsidi untuk petani, Edi menjawab singkat,

“Saya tidak tahu, itu di Kementerian Keuangan ranahnya,” pungkasnya.

Pupuk Berkurang Adalah Pemerintah Gagal

LSM Magetan Center Beni Ardi menilai Pemerintah gagal dalam menyediakan kebutuhan pupuk subidi untuk rakyat. Kebutuhan rakyat wajib diutamakan dan dicukupi.

” Saat ini pandemi COVID-19 rakyat sedang susah, rakyat tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli pupuk nonsubsidi. Seharusnya pupuk subsidi lebih banyak bila ingin membantu rakyat menghadapi pandemi ini, karena sektor pertanian saat ini yang paling sakti, ” paparnya.

Menurutnya, Pemkab Magetan, khususnya dinas yang membidangi terkesan menyerah dengan kondisi pupuk yang dikeluhkan petani. Tidak ada petani yang menerima kodisi saat ini. Yang ada memupuk seadanya, tentu hasil dari produk pertanian itu tidak akan sempurna, hasilnya juga akan berkurang banyak.

Semestinya Magetan belajar dari Jawa Tengah. Di Wonogiri atau Karanganyar Kabupaten tetangga, menurut Beni, kebutuhan pupuk subsidi bagi petani tercukupi di sana.

“Keterbatasan pasokan pupuk untuk petani mutlak menjadi tanggung jawab Bupati melalui DTPHP yang harus diperjuangkan. Info yang saya trima kalau Jawa Tengah saja bisa mengakomodir kebutuhan pupuk petani sehingga tidak kekurangan, kenapa Magetan tidak mampu, bahkan pupuk dari Jateng sampai bocor ke Magetan,” urainya.

Dia meminta Bupati harus fokus dalam menangani kebutuhan pupuk masyarakat. Karena hal ini menyangkut pondasi pertumbuhan perekonomian masyarakat Magetan yang mayoritas petani.(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60